OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua Baru

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Friderica Widyasari Dewi. (Ig. Friderica Widyasari Dewi )

Friderica Widyasari Dewi. (Ig. Friderica Widyasari Dewi )

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merespons dinamika internal lembaga di tengah tekanan pasar keuangan. Friderica Widyasari Dewi resmi ditunjuk sebagai Ketua sekaligus Wakil Dewan Komisioner OJK, menggantikan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara, efektif mulai Sabtu, 31 Januari 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan OJK setelah sebelumnya Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara menyatakan pengunduran diri pada Jumat (30/1/2026) malam, dalam waktu yang berbeda. Mirza sebelumnya menjabat Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Ketua Komite Etik merangkap Anggota Dewan Komisioner.

Sebelum dipercaya memimpin OJK, Friderica mengemban amanah sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Sosok yang akrab disapa Kiki ini dikenal luas memiliki rekam jejak panjang di sektor pasar modal dan jasa keuangan nasional.

Selain Friderica, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, menggantikan Inarno Djajadi yang turut mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026).

OJK menegaskan, penunjukan pejabat pengganti anggota Dewan Komisioner dilakukan sesuai mekanisme kelembagaan yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas organisasi serta memastikan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan tetap berjalan optimal.

“Keputusan jabatan pejabat pengganti ini berlaku efektif tanggal 31 Januari 2026,” demikian keterangan resmi OJK, Sabtu (31/1/2026).

Ke depan, OJK memastikan kesinambungan kepemimpinan serta kelancaran pelaksanaan tugas pengawasan sektor jasa keuangan, termasuk penguatan perlindungan konsumen dan masyarakat.

Friderica Widyasari Dewi lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration di California State University, Amerika Serikat, dan lulus pada 2004. Gelar Doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan diraihnya dari UGM pada 2019.

Pengalaman Friderica di pasar keuangan Tanah Air terbilang matang. Ia memulai karier di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 dan pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar BEI periode 2009–2015. Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO), yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai Direktur Keuangan pada 2015–2016, lalu Direktur Utama KSEI periode 2016–2019.

Sebelum masuk ke jajaran pimpinan OJK, Friderica juga sempat menjabat Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022. Ia mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan OJK sejak 2019.

Sebelumnya empat pejabat OJK mengundurkan diri secara beruntun pada Jumat (30/1/2026), di tengah tekanan pasar yang ditandai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut.

Selain Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara, pengunduran diri juga dilakukan oleh Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, I. B. Aditya Jayaantara, yang baru dilantik awal Januari 2026.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru