Nasir Djamil Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir sebagai Bencana Nasional

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil. (dok. rentak.id)

Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil. (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Anggota RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status bencana nasional atas banjir besar yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Ia menilai langkah ini sangat mendesak mengingat kondisi masyarakat kian memprihatinkan.

Nasir menjelaskan, banjir di Aceh dan berbagai daerah lainnya telah membuat banyak keluarga terjebak, akses darat terputus, serta distribusi bantuan belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak. Berbagai unggahan di media sosial juga memperlihatkan situasi lapangan yang semakin mengkhawatirkan—mulai dari ancaman keselamatan warga hingga kerusakan infrastruktur.

“Banjir besar ini telah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan arus listrik, serta menimbulkan kerugian material dan immaterial yang tidak terhitung. Di Aceh, banjir akhir tahun ini merusak banyak barang elektronik dan kendaraan bermotor warga,” ujar NasirJumat ( 28/11/2025).

Ia menilai penanganan bencana akan terhambat apabila pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional. Putusnya jalur darat di sejumlah titik telah menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok, memperparah kondisi warga, terutama mereka yang mengungsi dan sulit dijangkau oleh bantuan daerah.

Nasir menegaskan bahwa banjir kali ini telah memenuhi indikator yang tercantum dalam regulasi kebencanaan nasional, yakni UU 24/2007, PP 21/2008, dan Perpres 17/2018. Regulasi tersebut memungkinkan penetapan bencana nasional apabila terdapat banyak korban jiwa, kerugian material signifikan, cakupan wilayah terdampak lintas daerah, terganggunya pelayanan publik, serta menurunnya kemampuan daerah dalam melakukan penanganan.

“Jika tidak segera ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir jumlah korban akan terus bertambah. Dengan kerendahan hati, saya meminta Presiden Prabowo untuk mengambil langkah luar biasa. Negara dan pemerintah pusat harus hadir dan menyalurkan bantuan yang lebih besar serta terkoordinasi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Nasir menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo akan mengambil langkah cepat demi keselamatan masyarakat. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru