Mukhtarudin Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil, Kick Off Program Quick Win Presiden Prabowo

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat lepas Pekerja Migran (dok. rentak.id)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat lepas Pekerja Migran (dok. rentak.id)

JAKARTA — Puncak peringatan International Migrant Day atau Hari Pekerja Migran Internasional 2025 ditandai dengan pelepasan 1.035 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke berbagai negara tujuan. Momentum ini sekaligus menjadi kick off program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500 ribu pekerja migran Indonesia yang profesional dan berdaya saing global.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam acara puncak peringatan Hari Pekerja Migran Internasional yang digelar di Sasana Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (18/12/2025).

Menteri Mukhtarudin mengatakan, peringatan Hari Pekerja Migran Internasional menjadi momentum penting untuk menunjukkan transformasi Indonesia dalam tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran.

“Peringatan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah bertransformasi, baik secara kelembagaan maupun regulasi, dalam konteks pelindungan pekerja migran Indonesia,” ujar Mukhtarudin.

Ia menjelaskan, dari total 1.035 pekerja migran yang dilepas hari ini, seluruhnya merupakan tenaga profesional yang akan bekerja di berbagai negara tujuan, seperti Hong Kong, Jepang, dan Taiwan.

“Ini bagian dari kick off target penyiapan 500.000 pekerja migran profesional. Hari ini lebih dari 1.000 sudah siap diberangkatkan,” katanya.

Terkait target penyiapan 500.000 pekerja migran, Mukhtarudin menegaskan seluruhnya akan ditempatkan di sektor formal dan profesional. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Target 500.000 ini seluruhnya sektor profesional. Semua akan melalui pendidikan vokasi, disiapkan keterampilan dan kompetensinya, serta ditempatkan di sektor dan negara yang sesuai. Jadi antara pelatihan, kompetensi, dan penempatan itu benar-benar match,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada para pekerja migran Indonesia yang telah berkontribusi membawa nama baik bangsa di berbagai negara.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Pekerja Migran Internasional 2025 kepada seluruh pekerja migran Indonesia di berbagai belahan dunia. Indonesia Merah Putih bangga kepada kalian karena telah membawa nama baik bangsa,” ujar Muhaimin.

Ia menambahkan, pelepasan pekerja migran hari ini merupakan langkah awal untuk mengejar target penyiapan 500.000 pekerja migran profesional sebagaimana dicanangkan pemerintah.

“Ini adalah bagian dari langkah untuk mengejar target 500.000. Hari ini menjadi kick off penyiapan pekerja migran profesional yang akan kita siapkan secara bertahap,” katanya.

Terkait target tersebut, Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kesiapan keterampilan, kepastian pendapatan, serta pelindungan yang memadai bagi para pekerja migran Indonesia.

“Kami akan mendukung penuh langkah-langkah Kementerian P2MI dan lembaga pendidikan agar pekerja migran yang diberangkatkan benar-benar memenuhi standar global, memperoleh penghasilan yang layak, dan mendapatkan pelindungan yang optimal,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru