Menteri P2MI Sidak BP3MI Jateng, Minta Birokrasi Layanan Pekerja Migran Dipangkas

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, BP3MI, saat sidak BP3MI Jawa Tengah. (dok. p2mi)

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, BP3MI, saat sidak BP3MI Jawa Tengah. (dok. p2mi)

SEMARANG – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah pada Sabtu (6/9/2025).

Sidak ini dilakukan untuk mengevaluasi langsung pelayanan dan proses penempatan pekerja migran.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Karding menekankan pentingnya pemangkasan birokrasi yang dinilai menghambat proses penempatan pekerja migran. Menurutnya, layanan yang tidak relevan harus segera dihapus agar proses penempatan bisa lebih cepat, efisien, dan transparan.

“Semua bentuk layanan yang tidak perlu, harus kita potong. Intinya memudahkan, bukan mempersulit,” tegas Menteri Karding.

Saat berdialog dengan petugas verifikator, Menteri Karding menyoroti lamanya proses verifikasi dokumen, terutama untuk program Specified Skilled Worker (SSW). Ia mempertanyakan penyebab masih banyaknya keluhan terkait verifikasi yang memakan waktu lama, padahal menurut laporan internal, proses tersebut seharusnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

“Aslinya verifikator itu butuh berapa lama? Katanya 10 menit. Kok masih banyak keluhan verifikasi lama ya?” ujarnya.

Menteri Karding menilai salah satu hambatan utama pelayanan adalah mekanisme berulang yang bisa dipangkas melalui integrasi data antara BP3MI dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dengan integrasi tersebut, calon pekerja migran tidak perlu bolak-balik mengurus dokumen ke berbagai instansi.

“Begitu daftar di BP3MI, datanya langsung masuk ke Dinas Tenaga Kerja. Jadi tidak perlu pekerja migran bolak-balik. Semua harus terhubung secara online,” jelasnya.

Ia meminta sistem integrasi data ini segera diterapkan agar pelayanan bagi calon pekerja migran menjadi lebih sederhana dan tidak menimbulkan hambatan tambahan.

Sidak ini juga menjadi momentum evaluasi internal bagi BP3MI Jawa Tengah. Menteri Karding mendorong jajaran BP3MI untuk memperkuat sistem pelayanan digital serta memangkas prosedur manual yang dinilai tidak efektif.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penempatan pekerja migran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan, pemerintah menargetkan agar calon pekerja migran Indonesia bisa memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru