Menteri P2MI Hadiri Sidang Kabinet, Tegaskan Arahan Presiden Soal Kemiskinan dan UUD 1945

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. (dok. kemenp2mi)

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. (dok. kemenp2mi)

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Dalam sidang tersebut, Menteri Karding turut didampingi oleh dua wakilnya, Christina Aryani dan Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Usai sidang, Karding menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas capaian dari masing-masing kementerian, serta arahan langsung dari Presiden Prabowo.

“Hari ini kita mendapat pencerahan dari Bapak Presiden Prabowo dalam banyak hal, termasuk apa-apa yang sudah dicapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Karding mengungkapkan bahwa Presiden menekankan pentingnya menjadikan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan utama dalam merumuskan setiap kebijakan pemerintahan.

“Ada beberapa tekanan penting dari Presiden, salah satunya kita harus menjadikan UUD 1945 sebagai dasar kita bertindak,” katanya.

Presiden Prabowo, kata Karding, juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia meminta seluruh menteri untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.

“Presiden juga mengingatkan bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang tidur di gubuk-gubuk reok,” ungkap Karding.

Atas arahan tersebut, Karding menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikannya sebagai catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti. “Itu menjadi perhatian kita semua dan akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru