BENER MERIAH – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap perusahaan yang diduga memainkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga merugikan petani. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menjaga harga komoditas strategis agar petani dapat menikmati manfaat kenaikan harga di pasar global.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat berdialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa praktik tata niaga yang menekan harga sawit akan ditindak tegas karena berdampak langsung pada kesejahteraan jutaan keluarga petani di Indonesia.
Menurut Amran, terdapat kejanggalan ketika harga minyak sawit dunia mengalami kenaikan, namun harga TBS di tingkat petani justru sempat melemah.
“Harga sawit dunia mencapai sekitar Rp27 ribu per kilogram, sementara di Indonesia sempat berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu. Ketika nilai tukar dolar menguat, yang seharusnya menikmati keuntungan adalah petani sawit, petani kopi, petani kakao, dan petani kelapa. Tetapi justru harga di tingkat petani sempat turun. Ini tentu menjadi pertanyaan besar dan harus dicari penyebabnya,” kata Mentan Amran.
Ia mengungkapkan, begitu menerima laporan mengenai penurunan harga TBS sawit, dirinya langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, bahkan saat masih berada di Tanah Suci.
“Kami langsung mendapat telepon. Saya sampaikan kepada Bapak Presiden, selesai berdoa kami langsung bekerja. Kalau ada perusahaan yang sengaja tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang merugikan rakyat. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Amran menjelaskan, langkah cepat pemerintah mulai membuahkan hasil. Setelah pemerintah memperketat pengawasan terhadap tata niaga sawit dan mengumumkan langkah pengendalian harga, harga TBS di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren kenaikan.
“Alhamdulillah, setelah pemerintah mengumumkan langkah pengawasan, harga langsung bergerak naik dan sekarang mulai pulih. Namun saya ingatkan, kalau masih ada pihak yang mencoba memainkan harga dan kembali menekan harga sawit petani, Satgas akan bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Mentan menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan praktik perdagangan yang merugikan petani terus terjadi. Baginya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Kalau ingin negara ini maju dan pertanian berkembang, jangan pernah menyakiti rakyat. Dampingi mereka, bantu mereka berproduksi, dan pastikan mereka mendapatkan hasil yang layak. Itulah tugas pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, Amran menyebut kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara. Oleh sebab itu, pemerintah terus membenahi sistem tata niaga agar nilai ekonomi sawit dapat dinikmati lebih besar oleh petani sebagai pelaku utama di sektor perkebunan.
“Kalau seluruh potensi sawit Indonesia bisa dioptimalkan dan harga di tingkat petani tetap terjaga, nilai ekspor akan meningkat signifikan. Pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat,” pungkas Mentan Amran.
Penulis : lazir
Editor : ameri












