Menjaga Keistiqomahan di Tengah Gempuran Fitnah Dunia

- Penulis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luthfi Wicaksono (dok.rentak.id)

Luthfi Wicaksono (dok.rentak.id)

DI TENGAH  derasnya arus globalisasi dan derasnya informasi digital, umat Islam dihadapkan pada berbagai fitnah dunia yang menguji keimanan dan keteguhan hati. Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad ﷺ, serta nasihat para ulama menegaskan bahwa keistiqomahan merupakan kunci keselamatan dalam menghadapi godaan zaman.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata: Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih” (QS. Fussilat: 30). Ayat ini menegaskan bahwa istiqomah bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan konsistensi dalam iman dan amal saleh.

Rasulullah ﷺ juga menekankan pentingnya keistiqomahan dalam sabdanya, “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah” (HR. Muslim). Hadis ini menjadi pedoman utama bahwa keimanan harus diwujudkan dalam sikap hidup yang lurus dan berkesinambungan, meski dihadapkan pada berbagai cobaan dunia.

Fitnah dunia hari ini tidak hanya berbentuk kemewahan dan harta, tetapi juga penyimpangan moral, hoaks, serta ideologi yang menjauhkan manusia dari nilai tauhid. Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa hati manusia mudah terbolak-balik jika tidak dijaga dengan ilmu dan dzikir. Menurutnya, istiqomah lahir dari kesadaran spiritual yang terus dipupuk melalui kedekatan kepada Allah SWT.

Ulama besar Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyatakan bahwa istiqomah adalah kecintaan kepada Allah yang terjaga dalam setiap keadaan. Ia menegaskan bahwa istiqomah lebih berat daripada seribu karamah, karena menuntut kesungguhan dan kesabaran tanpa henti. Pandangan ini meneguhkan bahwa konsistensi dalam ketaatan merupakan bentuk kemuliaan tertinggi seorang hamba.

Dalam konteks kehidupan modern, menjaga keistiqomahan membutuhkan sinergi antara iman, ilmu, dan lingkungan yang baik. Keluarga, majelis ilmu, serta komunitas dakwah berperan penting sebagai benteng moral. Selain itu, kecakapan literasi digital menjadi keharusan agar umat tidak mudah terpengaruh fitnah informasi yang menyesatkan.

Menjaga keistiqomahan di tengah gempuran fitnah dunia merupakan jihad batin yang harus terus diperjuangkan. Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an, meneladani sunnah Rasulullah ﷺ, serta mengamalkan nasihat para ulama, umat Islam diharapkan mampu tetap berada di jalan yang lurus hingga akhir hayat.

Penulis : Luthfi Wicaksono

Berita Terkait

Menag Ajak 4 Negara ASEAN Rumuskan Model Masyarakat Islam Berkeadaban
Dari Jakarta hingga Makassar, Safari Pelayanan Hanny Kolamban dan Lano Runtuwarouw Rajut Kebersamaan GKMI
MUI Ingatkan Umat Islam: Penundaan Wajib Halal Jangan Bikin Lengah
MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:49 WIB

Menag Ajak 4 Negara ASEAN Rumuskan Model Masyarakat Islam Berkeadaban

Senin, 2 November 2026 - 09:40 WIB

Dari Jakarta hingga Makassar, Safari Pelayanan Hanny Kolamban dan Lano Runtuwarouw Rajut Kebersamaan GKMI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:04 WIB

MUI Ingatkan Umat Islam: Penundaan Wajib Halal Jangan Bikin Lengah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Berita Terbaru