Menaker Yassierli Ajak Serikat Pekerja BUMN Siap Hadapi Disrupsi AI dan Industri Hijau

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yassierli saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Forum Komunikasi SP Sekar BUMN Tahun 2025. (dok. kemnaker)

Yassierli saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Forum Komunikasi SP Sekar BUMN Tahun 2025. (dok. kemnaker)

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak serikat pekerja (SP), khususnya yang berada di lingkungan BUMN, untuk siap menghadapi dua tantangan besar yang akan memengaruhi dunia kerja di masa depan, yakni disrupsi akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan tuntutan transformasi menuju industri hijau (green industry).

Menurut Menaker, peran serikat pekerja sangat penting dalam mengawal dua isu strategis tersebut agar perubahan yang terjadi dapat berjalan secara adil dan inklusif.

“Saya melihat peran serikat pekerja sangat penting untuk mengawal dua isu ini. Semangatnya adalah bagaimana kita bisa menyambut era AI dan transisi energi dengan cara yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan siapa pun,” ujar Yassierli saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Forum Komunikasi SP Sekar BUMN Tahun 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Menaker menekankan bahwa dalam menghadapi perubahan global yang cepat, bangsa Indonesia memiliki tiga DNA sosial utama, yaitu gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan khas bangsa yang dapat menjadi modal besar dalam memperkuat daya saing nasional.

“Saya percaya Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa. Gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat adalah DNA bangsa kita yang seharusnya memberi energi untuk kemajuan,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan bahwa nilai-nilai tersebut kini mulai memudar di dunia kerja. Padahal, semangat kebersamaan dan solidaritas tim yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah kunci penting untuk menghadapi tantangan zaman.

Lebih lanjut, Yassierli mengingatkan bahwa tanpa kesiapan menghadapi disrupsi teknologi dan transisi energi, ada potensi tenaga kerja asing mengambil alih peran yang seharusnya dapat diisi oleh pekerja dalam negeri.

“Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan akan membuka peluang bagi tenaga kerja asing mengambil alih peran tenaga kerja dalam negeri. Kita tidak boleh kehilangan kesempatan di negeri sendiri,” tegasnya.

Menaker juga menekankan pentingnya transformasi hubungan industrial yang berorientasi pada visi bersama antara manajemen dan serikat pekerja. Ia menilai, transformasi tersebut akan memperkuat ekosistem hubungan industrial yang berbasis asas kekeluargaan serta berorientasi pada kemajuan bersama.

“Kita perlu mendorong perusahaan agar tidak hanya berorientasi ke dalam (inward looking), tetapi juga ke luar (outward looking) untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu perusahaan maju, masyarakat sekitar tumbuh, dan pelaku usaha di berbagai tingkatan, termasuk UMKM dan supplier, ikut berkembang,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru