Maruarar Sirait Dorong BPK Audit Pengembang Rumah Subsidi, Adian Napitupulu: Itu Berlebihan!

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Perumahan Subsidi Villa Kencana Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Tampak Terbengkalai. Perumahan ini dulunya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Tahun 2017. (Foto: Merdeka.com/Genantan Saputra)

Kondisi Perumahan Subsidi Villa Kencana Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Tampak Terbengkalai. Perumahan ini dulunya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Tahun 2017. (Foto: Merdeka.com/Genantan Saputra)

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit pengembang perumahan subsidi setelah menemukan banyak kasus rumah subsidi yang rusak, banjir, atau tidak layak huni. Namun, usulan ini mendapat tanggapan skeptis dari Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, Adian Napitupulu.

“Nggak perlu, lah. Masa pengembang perumahan yang notabene UMKM harus diaudit juga?” ujar Adian saat ditemui seusai rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan asosiasi pengembang di Gedung DPR, Rabu, 19 Maret 2025.

Menurut Adian, pengembang rumah subsidi bukan pengguna anggaran negara, sehingga audit oleh BPK dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Pengembang itu swasta. Kalau memang perlu diaudit, ya gunakan auditor publik,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan asosiasi pengembang di kantornya pada Jumat, 21 Februari 2025, Maruarar menegaskan bahwa audit ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pengembang yang tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan soal negara mau gagah-gagahan, tapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan rumah yang layak. Kalau tidak mau diaudit, berarti ada yang ditutup-tutupi,” tegas Ara.

Meski sempat menuai perdebatan, akhirnya sejumlah pengembang yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan kesediaannya untuk diaudit. Salah satunya adalah Bambang Setiadi, perwakilan dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

“Silakan saja, kapan auditnya? Kami tidak takut karena kami bekerja sesuai aturan,” kata Bambang.

Namun, Bambang juga mempertanyakan dasar hukum audit oleh BPK terhadap pengembang.

“Kalau ada audit, mestinya yang pertama diperiksa adalah PUPR dan pemerintah daerah setempat. Karena sebelum membangun, pengembang juga harus melalui perizinan dan seleksi ketat dari pemerintah,” jelasnya.

Dalam pandangan akademisi hukum keuangan negara, Benni Kurnia Illahi dari Universitas Bengkulu, BPK memiliki kewenangan untuk mengaudit pengelolaan keuangan negara, termasuk di tingkat pemerintah pusat, daerah, dan BUMN/BUMD. Namun, pengembang sebagai mitra pemerintah bukan pengguna anggaran, sehingga audit terhadap mereka tidak dapat dilakukan langsung oleh BPK.

“Kalau ada indikasi pelanggaran, solusinya bukan audit langsung oleh BPK, tetapi melalui evaluasi kontrak oleh pemerintah,” kata Benni (Sabtu, 22 Februari 2025).

Ia menekankan bahwa BPK tetap bisa melibatkan pengembang dalam audit tertentu untuk memahami aspek teknis proyek, tetapi bukan sebagai objek utama audit.

“BPK tidak berwenang mengaudit swasta begitu saja,” tutupnya. (***)

Sumber Berita: tempo.co

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru