KSPI Kecam Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Said Iqbal Peringatkan Ancaman PHK Massal di Industri Otomotif

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal (dok. rentak.id)

Said Iqbal (dok. rentak.id)

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh melontarkan kritik keras terhadap rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan kerja puluhan ribu buruh industri otomotif nasional.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh anggota serikat yang bekerja di perusahaan produsen kendaraan. Menurutnya, rencana impor dalam jumlah besar berisiko menekan produksi dalam negeri dan berdampak pada nasib pekerja.

“Buruh di pabrik-pabrik otomotif sudah menyampaikan langsung kepada kami. Jika 105 ribu unit pikap impor masuk, produksi dalam negeri bisa turun dan itu membuka peluang terjadinya PHK,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan yang masih menghadapi tekanan. Said Iqbal menyoroti bahwa gelombang PHK masih berlangsung di berbagai sektor industri.

“Di tengah situasi di mana puluhan ribu buruh kehilangan pekerjaan, muncul kebijakan yang justru berpotensi menambah PHK di sektor otomotif. Ini keputusan yang sulit dipahami,” katanya.

Sebagai gambaran, ia menyebut ancaman PHK terhadap sekitar 2.500 pekerja di PT Pakerin serta pengurangan tenaga kerja di sektor industri makanan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 88.000 buruh telah terkena PHK, sementara pendataan internal KSPI dan Partai Buruh memperkirakan jumlahnya mendekati 100.000 orang hingga Februari 2026.

Said Iqbal berpendapat, apabila kebutuhan 105 ribu unit pikap dipenuhi melalui produksi dalam negeri, dampaknya justru akan memperkuat penyerapan tenaga kerja.

“Jika produksi dilakukan di Indonesia, bukan hanya kontrak buruh yang bisa diperpanjang, tetapi juga akan terbuka lapangan kerja baru. Perkiraan kami, lebih dari 10.000 tenaga kerja bisa terserap dalam enam bulan hingga satu tahun produksi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dampak positif tidak hanya dirasakan pabrik perakitan, tetapi juga industri pendukung seperti pemasok suku cadang, distribusi, dan layanan perawatan kendaraan.

KSPI dan Partai Buruh pun mendesak pemerintah membatalkan rencana impor dan memprioritaskan produsen otomotif nasional. Said Iqbal menilai sejumlah perusahaan seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, dan Mitsubishi memiliki kapasitas teknologi serta kemampuan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, apabila harga menjadi pertimbangan, pemerintah dapat menempuh jalan penyesuaian spesifikasi.

“Kalau harga dianggap tinggi, spesifikasi bisa dinegosiasikan. Fitur bisa disederhanakan agar lebih efisien. Solusinya bukan impor, tetapi memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB