Kemnaker Dorong Optimalisasi KarirHub Atasi Tantangan Pasar Kerja Nasional

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman, memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pasar kerja nasional.

Menurutnya, permasalahan utama yang dihadapi dunia kerja di Indonesia tidak banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir, terutama terkait pertumbuhan angkatan kerja dan tingginya angka pengangguran.

“Kondisi pasar kerja kita dari dulu sampai sekarang sebenarnya tantangannya masih sama. Setiap tahun ada sekitar 3,5 juta lulusan baru dari SMA, SMK, hingga universitas yang masuk ke pasar kerja. Ini semua harus kita carikan pekerjaan,” jelas Surya dalam paparannya di Jakarta, Kamis (26/9/2025).

Surya menambahkan, walaupun tingkat pengangguran terbuka saat ini berada di level 4,8 persen —terendah sejak era reformasi— namun secara nominal jumlahnya tetap tinggi.

“Angka 4,8 persen itu kelihatannya kecil, tapi jika dihitung jumlahnya masih sekitar 7,2 juta orang yang menganggur. Ditambah 3,5 juta angkatan kerja baru, berarti ada sekitar 10,7 juta orang yang membutuhkan pekerjaan setiap tahun. Ini menjadi isu nasional yang harus ditangani bersama,” ungkapnya.

Salah satu permasalahan klasik yang terus terjadi di pasar kerja Indonesia adalah mismatch kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.

“Banyak perusahaan yang mengeluhkan kualitas tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Saat ini, masalahnya bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga soft skill. Banyak anak muda kita yang gugur saat proses wawancara kerja karena kurang siap,” kata Surya.

Menurutnya, sebagian besar lowongan kerja masih didominasi oleh kualifikasi pendidikan SMA dan SMK. Namun, 55-56 persen penduduk Indonesia masih berpendidikan SMP ke bawah, sehingga perlu upaya peningkatan kualitas pendidikan.

“Harapannya ke depan, jumlah lulusan setidaknya SMA bisa mencapai 70 persen dari total penduduk. Ini penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja kita,” tambahnya.

Surya juga menyinggung tantangan eksternal, seperti perkembangan teknologi dan kondisi global yang memengaruhi pasar kerja.

“Sejak 2019 kita sudah mendengar tentang industri 4.0 dan kekhawatiran tenaga kerja akan digantikan oleh otomatisasi dan robot. Tapi, Alhamdulillah, di Indonesia industri padat karya masih bertahan sehingga tenaga kerja kita belum sepenuhnya tergantikan mesin,” ujarnya.

Selain itu, konflik global seperti perang Rusia-Ukraina dan Palestina-Israel sempat mengganggu ekspor Indonesia. Hal ini menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya di industri tekstil, sepatu, dan garmen.

“Awal tahun ini banyak pabrik yang melakukan PHK, tapi sekarang kondisinya mulai membaik. Bahkan, saya melihat di Garut sudah ada perusahaan yang membuka lowongan untuk 3.000 pekerja baru. Ini pertanda positif,” jelas Surya.

Untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan. Melalui regulasi ini, seluruh pemberi kerja wajib melaporkan lowongan yang tersedia melalui KarirHub, platform digital resmi Kemnaker.

“ KarirHub adalah portal nasional yang memudahkan perusahaan dan pencari kerja. Para pencari kerja bisa melamar secara online dan gratis, sementara perusahaan bisa mendapatkan kandidat dari seluruh Indonesia,” terang Surya.

Namun, Surya mengakui masih banyak perusahaan yang belum melaporkan lowongan mereka. Oleh karena itu, mulai tahun depan, pemerintah akan menerapkan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak patuh.

“Sanksinya bertahap. Misalnya, perusahaan yang belum melaporkan lowongannya tidak akan kami layani saat mengurus peraturan perusahaan atau layanan ketenagakerjaan lainnya,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Kemnaker juga meluncurkan aplikasi Siap Kerja, sebuah super app yang memuat berbagai fitur KarirHub, Skill Hub untuk pelatihan kerja, dan Selfie Hub untuk sertifikasi.

“Seluruh layanan ketenagakerjaan kini bisa diakses online. Jadi, perusahaan maupun pencari kerja tidak perlu lagi mengurus secara offline. Cukup unduh aplikasi Siap Kerja di App Store atau Play Store,” jelas Surya.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan aplikasi ini agar proses rekrutmen dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lebih efisien.

“Dengan digitalisasi, kita ingin mengurangi praktik-praktik yang tidak sehat dalam dunia ketenagakerjaan dan sekaligus memudahkan masyarakat mengakses layanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Surya menjelaskan bahwa KarirHub sudah memiliki lebih dari 5 juta pengguna yang terdaftar. Data ini akan menjadi database talenta nasional yang lengkap dengan profil, kualifikasi, dan sebaran tenaga kerja di Indonesia.

“Dengan adanya database ini, investor yang ingin membuka usaha bisa melihat ketersediaan tenaga kerja secara detail. Ini juga akan memudahkan pemerintah dalam merencanakan program ketenagakerjaan,” katanya.

Surya mengajak masyarakat dan perusahaan untuk aktif KarirHub  dan aplikasi Siap Kerja.

“Mari kita manfaatkan teknologi untuk menciptakan pasar kerja yang inklusif dan transparan. Semakin banyak yang menggunakan, semakin besar manfaatnya bagi semua pihak,” tutup Surya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam April 2026, DPR Minta Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Melimpah
Biodiesel B50 Jadi Andalan Baru Alsintan, Kementan Klaim Performa Stabil
Pengamat Kritik Keras Nutri Level Kemenkes: Setengah Hati dan Tak Menyentuh Akar Masalah
BULOG Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Kisah UMKM Rizkyanti, Dari Usaha Rumahan hingga Masuk Alfamart dan Pasar Ekspor
Pantau Langsung di Bekasi, BULOG Pastikan Bantuan Pangan Presiden Tepat Sasaran dan Diserbu Warga
Ratusan Ternak Impor Masuk, Barantin Pastikan Bebas Penyakit Berbahaya

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:25 WIB

Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam April 2026, DPR Minta Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Minggu, 19 April 2026 - 10:23 WIB

Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Melimpah

Minggu, 19 April 2026 - 09:15 WIB

Biodiesel B50 Jadi Andalan Baru Alsintan, Kementan Klaim Performa Stabil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Pengamat Kritik Keras Nutri Level Kemenkes: Setengah Hati dan Tak Menyentuh Akar Masalah

Jumat, 17 April 2026 - 18:42 WIB

BULOG Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Berita Terbaru