MAGELANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat peran infrastruktur sumber daya air dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Salah satunya melalui optimalisasi fungsi Sabo Dam Menayu di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sabo dam yang dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp19,9 miliar pada 2022 ini semula difungsikan untuk menahan sedimen vulkanik dari Gunung Merapi. Kini, infrastruktur tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi pengendali elevasi dasar sungai.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pengelolaan sabo dam merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan air dan pangan, terutama di daerah rawan bencana.
“Dengan sistem irigasi yang lebih terjamin, kita membantu petani meningkatan hasil panen, menjaga ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya, Senin (27/10/2025)
Menurut Dody, pemanfaatan Sabo Dam Menayu juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Melalui infrastruktur yang telah dibangun, kami ingin memastikan air tersedia, sawah tetap produktif, dan petani bisa hidup lebih sejahtera,” tambahnya.
Secara teknis, Sabo Dam Menayu memiliki lebar 60 meter dan tinggi 11 meter, dengan konstruksi kokoh yang terintegrasi dengan sistem irigasi masyarakat. Infrastruktur ini mampu mengairi 40 hektare lahan pertanian di Desa Adikarto dan Progowati, serta mendukung sistem irigasi Sabo Dam Sokorini seluas 33 hektare dan irigasi Tanjung seluas 2 hektare.
Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak hingga kini telah membangun 277 unit sabo dam di wilayah hulu Gunung Merapi yang tersebar di 15 sungai utama. Berdasarkan Masterplan Pengendalian Lahar dan Sedimen 2017, masih dibutuhkan sekitar 90 unit sabo dam tambahan untuk memperkuat sistem pengendalian serta meningkatkan fungsi irigasi pertanian.
Selain berfungsi sebagai pengendali sedimen dan penyuplai air irigasi, Sabo Dam Menayu juga berperan sebagai jembatan penghubung dua desa serta membuka peluang pengembangan wisata air yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Desa Menayu, Arwanto, menuturkan, keberadaan sabo dam membawa manfaat ganda bagi masyarakat. “Sabo Dam Menayu sangat bermanfaat sebagai akses transportasi dan juga destinasi wisata. Di sekitar lokasi sudah ada kuliner dan tempat bermain, sementara irigasinya sangat membantu desa-desa sekitar,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan dan revitalisasi sabo dam di berbagai wilayah rawan bencana sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air terpadu. Langkah ini diharapkan dapat menjaga pasokan air berkelanjutan, meningkatkan indeks pertanaman, dan memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Maju.
Penulis : dafri jh
Editor : guntar













