KemenP2MI Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Perlindungan Pekerja Migran

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Kadir Karding. (dok. entak.id)

Abdul Kadir Karding. (dok. entak.id)

JAKARTA –  Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,3 triliun kepada Komisi IX DPR RI. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025), guna memperkuat program penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menjelaskan, dari total pagu indikatif KemenP2MI sebesar Rp285 miliar, sekitar 92 persen di antaranya dialokasikan untuk belanja pegawai dan operasional. Sementara anggaran khusus untuk pelindungan, penempatan, dan pemberdayaan pekerja migran hanya sekitar Rp2 miliar.

“Memang relatif sangat kecil untuk program pelindungan dan penempatan. Karena itu, kami sudah rapat dengan Komisi IX dan prinsipnya mereka mendukung penambahan Rp1,3 triliun,” ujar Karding.

Jika tambahan anggaran disetujui, alokasi terbesar akan difokuskan pada penguatan program penempatan pekerja migran, khususnya peningkatan keterampilan tenaga kerja.

“Kami ingin mendorong penempatan pekerja migran yang lebih terampil agar bisa mengurangi pengangguran dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru,” kata dia.

Selain penempatan, anggaran juga akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pelindungan, meningkatkan pelatihan, serta membangun tata kelola dan layanan yang lebih efisien, mudah, dan terjangkau.

Karding menargetkan jumlah penempatan pekerja migran dapat meningkat dari 297.000 menjadi 400.000 orang. Namun, target tersebut masih bersifat dinamis, tergantung pada kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.

Untuk mendukung target itu, KemenP2MI akan memaksimalkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, kementerian dan lembaga terkait, serta sekolah-sekolah. Sistem digital juga akan diperkuat demi percepatan akses layanan dan perbaikan basis data.

“Kami akan memaksimalkan peran digital supaya banyak layanan bisa diakses lebih cepat, termasuk pelindungan, penempatan, dan perbaikan sistem data,” ujar Karding.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru