Kemenag Gelar Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp10 Juta

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Penerangan Agama Islam kembali menggelar Kompetisi Film Pendek Islami 2026.

Mengusung tema “Keluarga Sakinah-Maslahat”, ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui karya audio visual yang inspiratif.

Pendaftaran kompetisi dibuka secara daring mulai 15 Juni hingga 31 Juli 2026 dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, baik individu maupun kelompok, tanpa memandang usia, suku, maupun latar belakang. Para pemenang berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total puluhan juta rupiah.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan kompetisi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan budaya dan media kreatif.

“Film merupakan medium yang sangat kuat untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan. Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menghadirkan inspirasi dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga,” kata Muchlis di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tema Keluarga Sakinah-Maslahat dipilih karena keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, produktif, dan berakhlak mulia.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap individu. Dari keluargalah nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan ditanamkan. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengangkat berbagai cerita inspiratif tentang keluarga yang menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Muchlis menilai perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pesan-pesan positif melalui berbagai karya kreatif. Menurutnya, dakwah kini tidak lagi terbatas pada mimbar atau forum keagamaan.

“Hari ini, dakwah juga bisa hadir melalui film, video pendek, dan berbagai konten digital yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diminta membuat film pendek bergenre drama fiksi keluarga dengan durasi antara lima hingga tujuh menit. Panitia memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengembangkan ide dan alur cerita sesuai kreativitas masing-masing, selama tetap selaras dengan tema yang telah ditetapkan.

Seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian oleh dewan juri untuk menentukan para pemenang. Panitia menyiapkan hadiah Rp10 juta untuk Juara I, Rp7 juta untuk Juara II, dan Rp5 juta untuk Juara III. Selain itu, satu karya juga akan dinobatkan sebagai Juara Favorit berdasarkan jumlah tayangan terbanyak.

Muchlis mengajak para sineas muda, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

“Kami mengundang para sineas muda, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Setiap orang memiliki cerita yang dapat menginspirasi dan membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Ia berharap kompetisi ini tidak hanya menghasilkan karya-karya kreatif, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami berharap kompetisi ini dapat melahirkan karya-karya yang mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Ketika pesan keagamaan disampaikan melalui media yang kreatif dan dekat dengan masyarakat, dampaknya akan lebih luas dan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan,” pungkas Muchlis.

Penulis : lazir

Editor : bedu

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru