LUMAJANG – Pondok Pesantren Khomsani Nur Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, kembali menorehkan prestasi membanggakan, Selasa (14/7/2026).
Dua santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, memperkuat komitmen pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Prestasi tersebut diraih oleh Faiqotus Sholihah, siswi kelas IX MTs Diponegoro Klanting, serta Muhammad Fatah, siswa kelas X MA Khomsani Nur Klanting. Keberhasilan keduanya disambut penuh rasa syukur oleh keluarga besar Pondok Pesantren Khomsani Nur.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kesungguhan belajar, kedisiplinan dalam murojaah, bimbingan para ustaz dan ustazah, serta doa orang tua mampu mengantarkan para santri meraih cita-cita menjadi hafiz Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.”
(QS. Al-Hijr: 9)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Pengurus Kelas Tahfidz Al-Qur’an Pondok Pesantren Khomsani Nur, Alfian, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan dua santri tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini dua santri mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada mereka, menjaga hafalannya, menguatkan keistiqamahannya dalam murojaah, serta menjadikan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi umat. Semoga prestasi ini juga menjadi penyemangat bagi santri-santri lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an,” ujar Alfian, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, menghafal Al-Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk terus menjaga hafalan, mengamalkan isi kandungannya, serta menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pondok Pesantren Khomsani Nur selama ini terus mengembangkan program Tahfidz Al-Qur’an sebagai salah satu program unggulan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pesantren berupaya melahirkan generasi Ahlul Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, wawasan keislaman yang baik, serta siap mengabdi kepada masyarakat.
Keberhasilan Faiqotus Sholihah dan Muhammad Fatah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar pesantren. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus meningkatkan semangat belajar, memperbanyak murojaah, dan istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an.
Keluarga besar Pondok Pesantren Khomsani Nur pun memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga hafalan kedua hafiz tersebut, mengangkat derajat kedua orang tua dan para guru yang telah membimbing mereka, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan dan pemberi syafaat di dunia maupun akhirat.
Penulis : atz
Editor : ameri






