Jelang Kedatangan Jemaah, Layanan di Makkah Dimatangkan: 205 Hotel Siap, Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Petugas PPIH Arab Saudi mulai menyiapkan layanan di Makkah jelang kedatangan jemaah dari Madinah. (ilustrasi dibikin ai-rentak.id)

Ilustrasi Petugas PPIH Arab Saudi mulai menyiapkan layanan di Makkah jelang kedatangan jemaah dari Madinah. (ilustrasi dibikin ai-rentak.id)

MAKKAH — Hiruk pikuk persiapan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia dari Madinah mulai terasa di Kota Makkah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah disiapkan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, demi kenyamanan jemaah saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Sebanyak 205 hotel telah siap digunakan oleh jemaah Indonesia. Lokasinya tersebar di empat wilayah utama, yakni Syisyah, Misfalah, Jarwal, dan Raudhah, dengan jarak terjauh hanya sekitar 4,5 kilometer dari Masjidil Haram,” ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers harian operasional haji hari ke-8 di Makkah, Kamis (8/5/2025).

Fauzin menjelaskan, seluruh hotel itu telah melalui proses verifikasi ketat. “Petugas telah memeriksa semua fasilitas mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga kelayakan tempat tinggal. Kami pastikan jemaah akan tinggal di tempat yang layak dan aman,” katanya.

Tak hanya soal tempat tinggal, aspek konsumsi pun mendapat perhatian serius. Selama tinggal di Makkah, setiap jemaah akan mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. “Itu artinya ada 84 kali makan yang disiapkan untuk masing-masing jemaah. Menu sudah disesuaikan dengan selera dan kebutuhan gizi jemaah Indonesia,” lanjut Fauzin.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas ibadah, PPIH juga telah menyiagakan armada bus shalawat yang akan beroperasi 24 jam nonstop. “Bus ini akan mengantar dan menjemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Ini sangat penting, terutama bagi jemaah lansia dan yang memiliki keterbatasan fisik,” ujarnya.

Jemaah Bergerak dari Madinah

Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah mulai berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kelompok terbang (kloter) awal akan berangkat setelah menyelesaikan ibadah sunah Arbain di Masjid Nabawi.

“Perjalanan darat dari Madinah ke Makkah membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh jam. Kami imbau agar jemaah sudah mengenakan kain ihram dan mandi ihram dari hotel sebelum berangkat, agar proses miqat di Masjid Dzulhulaifah (Bir Ali) bisa lebih efisien,” tutur Fauzin.

Ia menambahkan, waktu singgah di Bir Ali sangat terbatas, sekitar 30 menit saja. “Kalau bisa, jemaah juga sudah berwudu dari hotel. Ini akan sangat membantu kelancaran proses miqat,” katanya.

Bagi jemaah yang lansia atau sakit, tidak perlu turun dari bus. “Cukup berniat ihram dari dalam kendaraan, karena ini diperbolehkan secara syariat dan untuk menjaga kenyamanan mereka,” ujar Fauzin.

Setibanya di Makkah, jemaah akan langsung melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari haji Tamattu’. Petugas akan mendampingi jemaah dalam setiap tahap ibadah, mulai dari thawaf, sai, hingga tahallul, sembari memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

Imbauan: Jaga Kesehatan dan Waspadai Haji Ilegal

Fauzin juga mengingatkan agar jemaah tetap menjaga kesehatan dan tidak keluar tanpa alas kaki. “Suhu di Makkah cukup tinggi, bisa mencapai di atas 40 derajat Celcius. Kurangi aktivitas di luar kegiatan ibadah,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya menyimpan dokumen perjalanan dengan aman dan tidak mudah tergoda ajakan berhaji secara ilegal. “Haji non-prosedural sangat berisiko. Tidak hanya tidak mendapat layanan resmi, tetapi juga bisa terkena sanksi hukum dari otoritas Arab Saudi,” tegasnya.

Data Perjalanan: 44.601 Jemaah Telah Tiba

Hingga Kamis pagi (8/5), Kementerian Agama mencatat sebanyak 44.601 jemaah dari 112 kloter telah tiba di Tanah Suci. Hari ini, 19 kloter tambahan dengan total 7.501 jemaah dijadwalkan berangkat dari Indonesia menuju Arab Saudi.

“Semua proses berjalan lancar dan tertib. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak—baik petugas, pemerintah, maupun kedisiplinan para jemaah itu sendiri,” pungkas Fauzin.

Berita Terkait

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi
Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret
Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”
Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial
Dai 3T Bergerak: Penguatan Iman dan Nasionalisme dari Pinggiran Indonesia
Dari Hisab ke Rukyat, Gen Z Dalami Ilmu Penentuan Awal Ramadan
Kemenag Salurkan Rp596 Juta, Pulihkan Madrasah dan Guru Korban Banjir–Longsor Bandung Barat

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:12 WIB

Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:14 WIB

Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru