JAKARTA – Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menekankan bahwa ketahanan energi tidak boleh dipandang sebatas upaya menjaga ketersediaan pasokan energi nasional. Menurutnya, sektor energi harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat kedaulatan ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Irman usai menghadiri Garuda TV Leaders’ Briefing 2026 bertajuk Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional yang digelar di Auditorium PT PLN (Persero), Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Mantan Ketua DPD RI dua periode itu mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor energi sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan hanya meningkatkan produksi energi, melainkan memastikan pengelolaannya mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Tantangan kita bukan semata-mata bagaimana memproduksi energi, tetapi bagaimana memastikan pengelolaannya mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Irman Gusman.
Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah itu menilai daerah penghasil energi sudah saatnya memperoleh manfaat yang lebih besar dari kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya. Menurutnya, wilayah penghasil energi tidak boleh hanya menjadi lokasi eksploitasi, tetapi harus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ia menjelaskan, penguatan hilirisasi industri, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi.
“Daerah penghasil energi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hilirisasi industri, pengembangan energi baru dan terbarukan, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Irman menegaskan bahwa makna ketahanan energi jauh lebih luas dibanding sekadar menjaga kecukupan pasokan.
“Ketahanan energi pada akhirnya bukan hanya soal menjaga pasokan. Yang lebih penting adalah memastikan energi menjadi instrumen pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing daerah, sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi bangsa,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, tema besar yang diangkat adalah “Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional” dengan menghadirkan Hashim S. Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Republik Indonesia, sebagai Strategic Briefer.
Acara yang bekerja sama dengan PT PLN (Persero) itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, jajaran pimpinan kementerian dan lembaga, direksi BUMN dan BUMD, para CEO perusahaan, akademisi, hingga berbagai mitra strategis dari lintas sektor.
Sebagai anggota Komite I DPD RI, Irman menilai forum lintas sektor seperti Leaders’ Briefing menjadi wadah penting untuk menyatukan perspektif pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan energi yang berpihak pada kepentingan nasional sekaligus memperhatikan kebutuhan daerah.
“Ketahanan energi harus dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, kebijakan yang lahir tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Irman berharap berbagai gagasan yang muncul dalam Leaders’ Briefing 2026 dapat diwujudkan dalam kebijakan konkret yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah di daerah, serta menciptakan pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya berharap hasil diskusi dalam Leaders’ Briefing 2026 tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi industri, memperbesar nilai tambah di daerah, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Irman.
Penulis : lazir
Editor : ameri






