JAKARTA – Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan momentum strategis untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan.
Dalam kegiatan reses di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (16/10/2025), Irman menyampaikan bahwa Nagari (desa) di Sumatera Barat harus menjadi provinsi pelopor dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Koperasi adalah ruh ekonomi Sumatera Barat. Ia lahir dari buah pikir Bung Hatta, sang Proklamator yang juga dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia,” ujar Irman, Jumat (11/4/2025)
Irman menyoroti bahwa selama ini desa kerap hanya menjadi objek pembangunan, bukan subjek. Kehadiran Kopdes Merah Putih menurutnya menjadi titik balik untuk mengubah paradigma tersebut. Melalui koperasi sebagai ujung tombak, desa didorong menjadi mandiri secara ekonomi.
“Terbitnya Inpres No. 9 Tahun 2025 merupakan langkah konkret Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian desa atau nagari, serta mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Presiden bahkan telah menginstruksikan 18 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar segera bergerak cepat,” jelas Irman yang juga kader Muhammadiyah, ormas Islam terbesar di Sumbar.
Irman pun mengajak kepala daerah di Sumatera Barat untuk segera menindaklanjuti Inpres ini dengan berkoordinasi lintas sektor, mulai dari dinas terkait, forkopimda, camat hingga wali nagari.
“Kita harus bergotong royong, sesuai prinsip dasar koperasi, untuk menyukseskan Inpres ini,” ujar Irman saat berbicara di hadapan Bupati, stakeholder Kabupaten Solok, serta para wali nagari yang tergabung dalam Persatuan Wali Nagari di aula Kantor Bupati Solok.
Sejak awal masa reses, Irman terus mendorong percepatan pendirian Kopdes Merah Putih di nagari-nagari. Ia menegaskan pentingnya langkah strategis dan terkoordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna mengoptimalkan pembentukan, pengembangan, serta revitalisasi koperasi di desa.
Menurutnya, Kopdes Merah Putih sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Koperasi Merah Putih mengembalikan ekonomi ke tangan rakyat,” tegas Irman.
Sebagai mantan Ketua DPD RI, Irman optimistis target pendirian 80.000 Kopdes Merah Putih mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di desa, seperti rantai distribusi yang panjang, keterbatasan akses permodalan, hingga dominasi tengkulak yang menekan harga hasil pertanian dan perikanan.
Ia menambahkan, Kopdes Merah Putih juga diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial masyarakat desa. Layanannya mencakup sembako murah, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, hingga sistem distribusi logistik yang menyesuaikan potensi dan kearifan lokal masing-masing desa.
Pendanaan koperasi ini berasal dari berbagai sumber, antara lain APBN, APBD, Dana Desa, dan Bank Himbara melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Dengan dukungan dari semua pihak, Kopdes Merah Putih bisa menjadi solusi konkret untuk memperkuat ekonomi lokal dan menjadikan desa sebagai pusat pembangunan ekonomi nasional,” jelas Irman yang juga menjabat Ketua Penasehat Perwana Sumbar ini.
Seruan Irman Gusman mendapat sambutan antusias dari para wali nagari di Solok. Mereka menyatakan siap mendukung penuh pembentukan Kopdes Merah Putih.
“Untuk Instruksi Presiden ini, kami siap menyukseskan. Indak tatampuang jo tapak tangan, jo niru kami tampuangkan, Pak Irman!” seru salah seorang wali nagari dalam pertemuan tersebut.
Penulis : amana az
Editor : reni diana













