IPO: Paska Amnesti Hasto, Prabowo Berpeluang Kendalikan Kekuasaan Penuh

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Kurnia Syah. (dok. pribadi)

Dedi Kurnia Syah. (dok. pribadi)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai peta politik nasional mengalami pergeseran signifikan pasca penghapusan tuntutan hukum terhadap Tom Lembong dan pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto.

Perubahan itu, menurutnya, terutama menyasar dinamika elit politik di kabinet, hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, serta kepentingan politik mantan Presiden Joko Widodo.

“Perubahan ini bisa berdampak pada peluang perubahan sistem kekuasaan di kabinet, termasuk pengurangan kewenangan menteri-menteri yang berasal dari loyalis Jokowi,” ujar Dedi di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Pertama, PDIP dinilai membayar mahal untuk mendapatkan amnesti bagi Hasto Kristiyanto.

“Risikonya, PDIP dan Megawati akan tunduk pada instrumen politik yang ditawarkan Prabowo, termasuk mendukung seluruh kebijakan pemerintah, meskipun tidak harus masuk dalam kabinet,” katanya.

Namun, Dedi menambahkan, ada alternatif lain bagi PDIP. “Misalnya PDIP merekomendasikan tokoh profesional untuk masuk kabinet tanpa embel-embel identitas partai,” ujarnya.

Kedua, Dedi menilai pengaruh Jokowi di pemerintahan mulai dikurangi, termasuk kewenangan menteri yang berasal dari kubu Gibran.

“Ini sudah terjadi. Contohnya, Budi Arie menjabat Menteri Koperasi, tetapi program Koperasi Merah Putih justru dipercayakan kepada Zulkifli Hasan dan Mendes. Ini bukti Prabowo tidak mudah didikte. Di satu sisi ia tetap menyenangkan Jokowi, tapi di sisi lain tidak memberikan sepenuhnya kewenangan pada loyalis Jokowi,” jelas Dedi.

Situasi ini, lanjutnya, membuka peluang Prabowo untuk mengendalikan kekuasaan secara penuh.

“Meskipun ada Jokowi yang membayangi, dipastikan Jokowi hanya mendapat ruang kosong. Ini sudah mulai terlihat, misalnya hubungan Gibran yang tidak lagi hangat dengan anggota kabinet. Terbaru, Gibran bahkan terkesan dingin dengan Bahlil,” pungkas Dedi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!
Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya
IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat
Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja
Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan
Ratusan Anak Muda Padati Sekolah Partai PDIP, Komarudin Watubun Tekankan 3 Pilar Ini
Gerindra Soroti Kinerja Kabinet Prabowo, 42 Menteri dan Wamen Dinilai Belum Optimal
Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:13 WIB

IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB