Investor Sri Lanka Masuk Gorontalo, CBL Jadikan Indonesia Basis Produksi Santan Dunia

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan multinasional asal Sri Lanka, Ceylon Biscuits Limited (CBL), resmi menancapkan investasinya di Tanah Air. (dok. rentak.id)

Perusahaan multinasional asal Sri Lanka, Ceylon Biscuits Limited (CBL), resmi menancapkan investasinya di Tanah Air. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Indonesia kembali menarik minat investor global di sektor hilirisasi kelapa. Perusahaan multinasional asal Sri Lanka, Ceylon Biscuits Limited (CBL), resmi menancapkan investasinya di Tanah Air setelah merampungkan akuisisi dan perubahan status PT Tri Jaya Tangguh (TJT) di Gorontalo menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

Langkah ini menandai dimulainya operasi CBL di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu pusat pengolahan kelapa nasional. Sejak awal Januari 2026, pabrik tersebut telah mulai memproduksi santan kelapa kemasan dengan kapasitas awal sekitar 200 ribu butir kelapa per hari, yang direncanakan meningkat hingga 500 ribu butir per hari.

Tak hanya membidik pasar domestik, fasilitas produksi di Gorontalo juga diproyeksikan menjadi basis ekspor CBL ke berbagai negara. Perusahaan ini memiliki jaringan distribusi global yang telah menjangkau lebih dari 65 negara, sehingga produk berbasis kelapa dari Indonesia akan langsung terhubung dengan pasar internasional.

Masuknya CBL dinilai memberi dorongan signifikan bagi peningkatan nilai tambah komoditas kelapa nasional. Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, investasi ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah timur Indonesia.

Komitmen jangka panjang CBL ditegaskan dalam acara perayaan bertema “The Beginning of Our Journey in Indonesia” yang digelar di Kolombo pada 19 Januari 2025. Managing Director CBL Group, Sheamalee Wickramasingha, menyebut investasi di Indonesia sebagai proyek terbesar CBL di luar Sri Lanka dan akan terus dikembangkan.

Ia berharap ekspansi tersebut dapat memperkuat peran CBL dalam memenuhi kebutuhan pasar global, seiring meningkatnya permintaan produk olahan kelapa.

Dukungan Pemerintah Indonesia turut diapresiasi dalam proses realisasi investasi ini. CBL menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, serta KBRI Kolombo yang berperan aktif dalam memfasilitasi masuknya investasi.

Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, menyambut positif realisasi investasi tersebut setelah hampir dua tahun proses penjajakan dan kerja sama. Menurutnya, Indonesia merupakan pilihan strategis bagi CBL mengingat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia dengan produksi lebih dari 15 miliar butir per tahun.

Selain ketersediaan bahan baku, Dubes Dewi menilai terbukanya peluang industri hilir serta jaringan perjanjian dagang Indonesia dengan berbagai kawasan—mulai dari Uni Eropa, Australia, Korea, hingga kawasan Timur Tengah—akan menjadi modal penting bagi ekspansi ekspor CBL dari Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT TJT, Randeewa Malalasooriya, menyatakan kebanggaannya bergabung dengan CBL Group. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat lokal dengan tetap mengusung semangat global.

“Dengan filosofi think global, act local, PT TJT siap menjadi bagian dari komunitas Gorontalo sekaligus pemain di pasar dunia,” ujarnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB