SRI LANKA – Momen bersejarah terjadi di Colombo, Sri Lanka, ketika Indonesia menyerahkan patung Buddha bersejarah sebagai simbol persahabatan dan hubungan erat antarnegara, 12 September 2024 lalu.
Dalam sebuah acara resmi yang digelar di Vihara Dharmayathanaya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing, dengan khidmat menyerahkan patung tersebut kepada Perdana Menteri Sri Lanka, Dinesh Gunawardena.
Patung ini dihadiahkan oleh Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, Ketua Sangha Theravada Indonesia, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap hubungan spiritual antara kedua bangsa.
Perdana Menteri Gunawardena, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang mendalam atas pemberian patung Buddha yang dinilainya sangat istimewa dan bermakna.
“Patung ini bukan hanya simbol keindahan seni, tetapi juga sebuah lambang perdamaian, kebijaksanaan, dan persatuan yang menyatukan kedua negara kita dalam semangat Buddha,” ucapnya.
Duta Besar Dewi Gustina Tobing, menanggapi sambutan tersebut dengan penuh penghormatan. Ia menjelaskan bahwa patung Buddha ini mencerminkan hubungan budaya dan spiritual yang telah terjalin sejak lama antara Indonesia dan Sri Lanka.
“Patung ini adalah lambang dari nilai-nilai luhur seperti perdamaian, belas kasih, dan pencerahan yang diajarkan Buddha, yang terus menjadi inspirasi bagi masyarakat di kedua negara,” tambahnya.
Patung Buddha tersebut, dibuat oleh seniman ahli dari Muntilan, Magelang, Indonesia, menggunakan batu andesit berkualitas tinggi seberat 1 ton, dan berdiri dengan ketinggian 140 cm.
Pahatannya mengikuti gaya patung Buddha yang ada di Candi Mendut, mencerminkan nilai-nilai historis, arkeologis, dan estetika yang mendalam. Tidak hanya karya seni, patung ini membawa pesan persaudaraan yang telah terjalin antara Indonesia dan Sri Lanka sejak abad ke-8, memperkuat ikatan yang telah dibangun lebih dari seribu tahun lalu.
Hadiah tersebut, menurut Bhikkhu Elle Gunawansa Thero, pemimpin utama Vihara Dharmayathanaya yang juga hadir dalam acara tersebut, adalah bukti nyata komitmen kedua negara dalam memperkuat kerjasama budaya dan spiritual yang terus berkembang. (***)













