Indonesia Hadiahkan Patung Buddha sebagai Simbol Ikatan Budaya dan Spiritual dengan Sri Lanka

- Penulis

Rabu, 25 September 2024 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Besar Dewi Gustina Tobing serahkan Patung Buddha kepada pemerintah Sri Lanka. (dok. KBRI Kolombo)

Duta Besar Dewi Gustina Tobing serahkan Patung Buddha kepada pemerintah Sri Lanka. (dok. KBRI Kolombo)

SRI LANKA – Momen bersejarah terjadi di Colombo, Sri Lanka, ketika Indonesia menyerahkan patung Buddha bersejarah sebagai simbol persahabatan dan hubungan erat antarnegara, 12 September 2024 lalu.

Dalam sebuah acara resmi yang digelar di Vihara Dharmayathanaya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing, dengan khidmat menyerahkan patung tersebut kepada Perdana Menteri Sri Lanka, Dinesh Gunawardena.

Patung ini dihadiahkan oleh Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, Ketua Sangha Theravada Indonesia, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap hubungan spiritual antara kedua bangsa.

Perdana Menteri Gunawardena, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang mendalam atas pemberian patung Buddha yang dinilainya sangat istimewa dan bermakna.

“Patung ini bukan hanya simbol keindahan seni, tetapi juga sebuah lambang perdamaian, kebijaksanaan, dan persatuan yang menyatukan kedua negara kita dalam semangat Buddha,” ucapnya.

Duta Besar Dewi Gustina Tobing, menanggapi sambutan tersebut dengan penuh penghormatan. Ia menjelaskan bahwa patung Buddha ini mencerminkan hubungan budaya dan spiritual yang telah terjalin sejak lama antara Indonesia dan Sri Lanka.

“Patung ini adalah lambang dari nilai-nilai luhur seperti perdamaian, belas kasih, dan pencerahan yang diajarkan Buddha, yang terus menjadi inspirasi bagi masyarakat di kedua negara,” tambahnya.

Patung Buddha tersebut, dibuat oleh seniman ahli dari Muntilan, Magelang, Indonesia, menggunakan batu andesit berkualitas tinggi seberat 1 ton, dan berdiri dengan ketinggian 140 cm.

Pahatannya mengikuti gaya patung Buddha yang ada di Candi Mendut, mencerminkan nilai-nilai historis, arkeologis, dan estetika yang mendalam. Tidak hanya karya seni, patung ini membawa pesan persaudaraan yang telah terjalin antara Indonesia dan Sri Lanka sejak abad ke-8, memperkuat ikatan yang telah dibangun lebih dari seribu tahun lalu.

Hadiah tersebut, menurut Bhikkhu Elle Gunawansa Thero, pemimpin utama Vihara Dharmayathanaya yang juga hadir dalam acara tersebut, adalah bukti nyata komitmen kedua negara dalam memperkuat kerjasama budaya dan spiritual yang terus berkembang. (***)

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru