JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan menerima kunjungan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maroš Šefčovič, untuk agenda penandatanganan resmi sekaligus pengumuman penyelesaian substansial IEU-CEPA.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, perundingan IEU-CEPA akhirnya mencapai kesepakatan setelah sembilan tahun negosiasi. Ini merupakan tonggak penting yang membuka peluang besar bagi kerja sama yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, Senin (22/9/2025).
Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia. Pada 2024, total nilai perdagangan kedua belah pihak mencapai USD 30,1 miliar dengan tren yang terus meningkat. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan signifikan, naik dari USD 2,5 miliar pada 2023 menjadi USD 4,5 miliar pada 2024.
Penyelesaian kesepakatan ini menunjukkan keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di berbagai sektor strategis.
Dengan adanya kesepakatan ini, sebanyak 80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan menikmati tarif 0%, sehingga produk-produk unggulan dapat lebih kompetitif di pasar Eropa. Beberapa sektor yang akan mendapatkan manfaat langsung antara lain:
Produk padat karya: alas kaki, tekstil, dan garmen,
Minyak sawit dan produk turunannya,
Perikanan dan hasil laut,
Energi terbarukan dan kendaraan listrik (EV).
Pemerintah optimistis, implementasi IEU-CEPA dapat melipatgandakan volume perdagangan Indonesia-Uni Eropa dalam lima tahun ke depan.
“Kesepakatan ini memberikan keuntungan nyata bagi pelaku usaha di kedua belah pihak sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik perdagangan yang berkelanjutan,” tambah Haryo.
Agenda Penandatanganan dan Forum Bisnis
Rangkaian acara kunjungan Komisioner Uni Eropa Maroš Šefčovič akan diawali dengan pertemuan bilateral bersama Menko Airlangga. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas penyelesaian IEU-CEPA serta memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi.
Setelah itu, kedua pihak akan melaksanakan Signing Ceremony dan Joint Announcement, yang disaksikan oleh para duta besar negara anggota Uni Eropa dan perwakilan sektor swasta.
Sebagai penutup, akan digelar Indonesia–EU Business Outlook, forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dari KADIN Indonesia, APINDO, dan EuroCham Indonesia. Forum ini diharapkan dapat:
Memberikan pemahaman lebih dalam terkait manfaat IEU-CEPA,
Menjadi wadah dialog antara pemerintah dan sektor swasta,
Mendorong kolaborasi dan perluasan jaringan bisnis,
Memperkuat hubungan strategis jangka panjang antara Indonesia dan Uni Eropa.
Masa Depan Perdagangan Indonesia-Uni Eropa
IEU-CEPA diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama ekonomi yang lebih inklusif dan saling menguntungkan. Dengan terbukanya akses ekspor ke 27 negara anggota Uni Eropa, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar global serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui IEU-CEPA, Indonesia tidak hanya memperluas pasar internasional, tetapi juga memperkuat peran dalam perdagangan global yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Haryo.
Penulis : lazir
Editor : ameri













