JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Nilai jual logam mulia turun Rp29.000 per gram dibandingkan sehari sebelumnya, meski harga emas dunia justru bergerak menguat di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam pada pukul 08.31 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram kini dipatok sebesar Rp2.650.000. Sebelumnya, emas Antam dijual seharga Rp2.679.000 per gram.
Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) juga mengalami penurunan sebesar Rp29.000 menjadi Rp2.461.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.490.000 per gram.
Sementara itu, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.375.000, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram dipasarkan dengan harga Rp2.590.600.000.
Menariknya, pelemahan harga emas Antam terjadi ketika pasar emas global justru menunjukkan tren positif. Harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember 2026 di divisi Comex New York Mercantile Exchange tercatat berada di kisaran US$4.302,5 per troy ons, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya. Di pasar spot, emas juga bergerak naik ke level sekitar US$4.243 hingga US$4.257 per troy ons pada perdagangan Asia Jumat pagi.
Perbedaan arah pergerakan ini diperkirakan dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian harga internal Antam, yang tidak selalu mengikuti pergerakan harga emas dunia secara langsung. Faktor seperti nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga strategi perdagangan perusahaan turut memengaruhi penetapan harga logam mulia di pasar domestik.
Di pasar internasional, harga emas masih ditopang oleh tingginya permintaan investor terhadap aset lindung nilai. Sepanjang satu bulan terakhir, harga emas dunia tercatat menguat sekitar 3,2 persen, sementara secara tahunan melonjak lebih dari 24 persen.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan mengenai semakin dekatnya kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membuka kembali sebagian jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian pelaku pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan pemerintahannya masih terus melakukan komunikasi dengan Iran terkait penyelesaian isu tersebut.
Meski demikian, sejumlah analis menilai emas tetap memiliki fondasi yang kuat. Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay, mengatakan harga emas masih mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ons berkat kuatnya permintaan dari investor institusi dan dana investasi besar, termasuk di Shanghai Futures Exchange.
Sebelumnya, pada perdagangan 5 Agustus 2026, harga emas dunia sempat melonjak hampir 5 persen dan menyentuh level sekitar US$4.279 per troy ons. Penguatan tersebut didorong meningkatnya aksi beli investor global yang mencari instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Meski harga emas Antam hari ini terkoreksi cukup dalam, tren penguatan harga emas global masih menjadi faktor yang terus dicermati pelaku pasar. Investor pun disarankan tetap memperhatikan perkembangan pasar internasional, nilai tukar rupiah, serta kebijakan penetapan harga domestik sebelum mengambil keputusan investasi.
Penulis : lazir
Editor : ameri












