Ekspor Ikan Beku dari Kalamo Biak Melesat, Bukti Koperasi Angkat Kesejahteraan Nelayan

- Penulis

Jumat, 28 Februari 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan nelayan di kampung nelayan modern (Kalamo) Desa Samber-Binyeri, Biak, semakin menunjukkan taringnya dalam industri perikanan. (ilustrasi. chatgpt)

Kegiatan nelayan di kampung nelayan modern (Kalamo) Desa Samber-Binyeri, Biak, semakin menunjukkan taringnya dalam industri perikanan. (ilustrasi. chatgpt)

JAKARTA – Nelayan di Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Desa Samber-Binyeri, Biak, semakin menunjukkan taringnya dalam industri perikanan.

Untuk keempat kalinya, ikan hasil tangkapan mereka berhasil dikirim ke Pulau Jawa, menandai semakin kuatnya daya saing perikanan Biak di pasar nasional.

Sebanyak 16 ton ikan beku, yang terdiri dari tuna, cakalang, marlin, dan ikan karang khas perairan Pasifik, telah dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Koperasi Samber-Binyeri Maju (KSBM) yang terus mengelola Kalamo Biak dengan profesional.

Ketua KSBM, Adam Mampioper, mengungkapkan bahwa kali ini pengiriman berlangsung lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Dulu kami butuh 2-3 bulan untuk memenuhi kuota minimal 16 ton. Sekarang, hanya dalam satu bulan ikan sudah terkumpul. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin produktif,” katanya, Jumat (28/2/2025)

Adam juga menambahkan bahwa sumber pasokan ikan kini semakin luas.

“Menariknya, bukan hanya dari Kampung Samber-Binyeri, tetapi juga dari kampung-kampung nelayan di sekitarnya. Artinya, dampak koperasi mulai dirasakan oleh lebih banyak nelayan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengapresiasi kemajuan ini sebagai bukti nyata koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Koperasi dengan ekonomi kerakyatannya bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui usaha yang lebih terorganisir, akses pasar yang lebih luas, serta pengelolaan hasil laut yang lebih efisien,” ungkap Latif.

Keberhasilan ekspor ikan beku ini juga tidak lepas dari peran PT Perikanan Nusantara Jaya, yang menjadi mitra KSBM dalam menjaga kualitas produk melalui teknologi rantai dingin.

Direktur perusahaan, Ryan Adiputro Prayitno, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung peningkatan produktivitas nelayan.

“Kami berkomitmen memberikan insentif kepada koperasi agar tren positif ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut Kalamo Biak sebagai model koperasi nelayan modern yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Keberhasilan ini adalah langkah maju dalam mendorong kemandirian nelayan lokal melalui koperasi dan pengelolaan profesional,” kata Trenggono.

Dengan peningkatan produktivitas dan akses pasar yang lebih luas, koperasi perikanan di Biak tak hanya mengangkat kesejahteraan nelayan, tetapi juga membawa perikanan daerah ini menuju standar industri yang lebih tinggi. ***

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau
Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha
Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh
MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa
Balik Nama Sertifikat Hibah Rumah ke Anak Tak Otomatis, Ini Tahapan dan Biayanya
Barantin Perkuat Keamanan Pangan ASEAN Lewat Workshop Internasional CanSafe
Jelang Iduladha 2026, Barantin Awasi Ketat Lalu Lintas Hewan Kurban di Seluruh Indonesia
170 Bupati Dikumpulkan Mentan Amran, Rp3 Triliun Digelontorkan untuk Selamatkan Produksi Pangan dari Ancaman Kemarau

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 08:26 WIB

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau

Rabu, 22 April 2026 - 07:32 WIB

Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha

Rabu, 22 April 2026 - 07:25 WIB

Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 08:35 WIB

MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa

Selasa, 21 April 2026 - 08:09 WIB

Balik Nama Sertifikat Hibah Rumah ke Anak Tak Otomatis, Ini Tahapan dan Biayanya

Berita Terbaru