DPR Desak OJK Susun Indikator Keberhasilan Perlindungan Konsumen

- Penulis

Jumat, 21 Februari 2025 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anis Byarwati (dok. pribadi)

Anis Byarwati (dok. pribadi)

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR, Anis Byarwati, menyoroti perlunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) memiliki indikator keberhasilan yang jelas dalam menjalankan perlindungan terhadap konsumen.

“OJK perlu merumuskan Key Performance Indicator (KPI) sebagai tolak ukur sejauh mana perlindungan konsumen telah diberikan secara efektif,” ujar Anis, Jumat (21/2/2025).

Ia menegaskan, bahwa salah satu indikator penting yang harus dimasukkan dalam KPI adalah kecepatan OJK dalam menangani pengaduan masyarakat.

Menurutnya, batas waktu dalam merespons laporan konsumen harus ditentukan agar kepercayaan terhadap OJK meningkat.

“Berapa lama waktu yang dibutuhkan OJK untuk menindaklanjuti pengaduan konsumen? Ini harus jelas, agar masyarakat merasa benar-benar dilindungi,” katanya.

“Banyak kasus yang terjadi, namun konsumen merasa tidak ada yang membela mereka,” tambahnya.

Sebagai Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS, Anis juga menekankan perlunya OJK memiliki standar kepuasan konsumen dalam menerima layanan.

Ia berpendapat bahwa indikator-indikator yang terukur akan membantu DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap OJK.

“Dengan adanya berbagai indikator yang dibuat, kita bisa menilai sejauh mana perlindungan konsumen telah diimplementasikan. Ini juga menjadi acuan bagi DPR dalam mengawasi kinerja OJK,” paparnya.

Ia berharap dengan adanya sistem yang lebih terstruktur, berbagai persoalan yang dihadapi konsumen dan pelaku usaha jasa keuangan dapat diselesaikan dengan lebih baik.

“Jika perlindungan dan pelayanan ditingkatkan, akar permasalahan di sektor ini bisa lebih mudah diatasi,” pungkasnya. ***

Penulis : Lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat
Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag
Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027
DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan
Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas
Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diadang, DPR Ungkap Ancaman Pidana hingga Rp1 Miliar
DPR Hari Ini: RUU Perampasan Aset, Statistik, LLAJ dan Perkoperasian Dibahas
Agenda DPR Selasa 29 September 2026: Paripurna Bahas APBN 2027, Sejumlah Komisi Soroti Isu Publik

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:38 WIB

DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas

Berita Terbaru