Parlemen “Dikepung” Isu Strategis: Dari Data Nasional hingga Perampasan Aset

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPR RI (dok. rentak.id)

Gedung DPR RI (dok. rentak.id)

JAKARTA – Gedung DPR RI hari ini, Senin (6/4/2026), tak sekadar menjadi arena rutinitas rapat. Sejumlah agenda penting yang menyentuh langsung kepentingan publik—mulai dari transparansi data, penegakan hukum, hingga lingkungan—dibahas maraton sejak pagi. Namun, padatnya agenda ini juga memunculkan pertanyaan klasik: seberapa jauh pembahasan tersebut benar-benar menjawab persoalan di lapangan?

Sejak pukul 10.00 WIB, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI langsung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Rapat ini menjadi bagian awal penyusunan RUU tentang Satu Data Indonesia—sebuah regulasi yang diharapkan mampu mengakhiri tumpang tindih data antar lembaga.

Namun, wacana “satu data” bukan hal baru. Sejumlah kalangan menilai implementasinya kerap tersendat di level birokrasi dan ego sektoral antar instansi.

Di saat bersamaan, Komisi I membahas isu sensitif terkait aset TNI melalui Panja Aset TNI dengan menghadirkan akademisi. Sementara itu, isu penegakan hukum mencuat di Komisi III yang menerima masukan dari pakar terkait RUU Perampasan Aset Tindak Pidana.

“Masukan dari akademisi ini penting agar regulasi perampasan aset tidak hanya tajam ke bawah, tapi juga efektif menjerat pelaku kejahatan besar,” menjadi salah satu sorotan dalam rapat tersebut.

Sorotan lain datang dari Komisi VII yang mengulik dampak eksploitasi air tanah untuk industri air minum dalam kemasan (AMDK). Para pakar mengingatkan bahwa pemanfaatan air tanah secara masif berpotensi merusak keseimbangan lingkungan jika tak diatur ketat.

Di sektor ekonomi, Komisi XI menggelar rapat kerja dengan Menteri Keuangan untuk mengevaluasi kinerja penerimaan negara triwulan I 2026. Ini menjadi krusial di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Tak kalah penting, Komisi XIII memanggil Kepala BNPT guna membahas ancaman “blowback” dari konflik global serta potensi masuknya jaringan Foreign Terrorist Fighters (FTF) ke Indonesia. Isu ini menjadi pengingat bahwa dinamika global memiliki dampak langsung pada keamanan domestik.

Memasuki siang hingga sore hari, pembahasan semakin melebar. Komisi X mulai membahas RUU Statistik bersama sejumlah kementerian, sementara Baleg melanjutkan pembahasan RUU Satu Data Indonesia hingga meminta pandangan Komisi Yudisial terkait revisi UU mereka.

Di sisi lain, isu lingkungan kembali mengemuka dalam rapat Komisi XII yang membahas penanganan kasus lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan perdagangan karbon. Bahkan, rapat lanjutan dengan PT Vale Indonesia dan mitra internasional menyoroti perkembangan smelter dan dampaknya terhadap lingkungan.

Sementara itu, suara masyarakat juga masuk melalui berbagai audiensi, mulai dari keluhan pelaku wisata terkait pembatasan turis di Taman Nasional Komodo, hingga konflik lahan antara masyarakat adat dan perusahaan perkebunan.

Padatnya agenda parlemen hari ini mencerminkan kompleksitas persoalan bangsa yang harus ditangani secara bersamaan. Namun, efektivitasnya tetap menjadi tanda tanya jika pembahasan hanya berhenti di ruang rapat tanpa implementasi nyata. Publik kini menunggu, apakah deretan rapat ini benar-benar melahirkan kebijakan solutif atau sekadar menambah daftar panjang wacana di Senayan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat
Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag
Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027
DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan
Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas
Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diadang, DPR Ungkap Ancaman Pidana hingga Rp1 Miliar
DPR Hari Ini: RUU Perampasan Aset, Statistik, LLAJ dan Perkoperasian Dibahas
Agenda DPR Selasa 29 September 2026: Paripurna Bahas APBN 2027, Sejumlah Komisi Soroti Isu Publik

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:38 WIB

DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas

Berita Terbaru