JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel kini berada di bawah tekanan publik. Ia diminta mundur dari jabatannya setelah gagal menyelamatkan 12 ribu karyawan PT Sri Rejeki Isman (SRIL Tbk) atau Sritex, yang resmi menutup operasionalnya secara permanen.
Pegiat media sosial John Sitorus pun melontarkan kritik tajam, tidak hanya kepada Noel tetapi juga kepada Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun X pribadinya, John menilai Prabowo melakukan kesalahan dalam memilih menteri-menterinya.
“Salah satu kesalahan terbesar Prabowo adalah dia tidak mengenal siapa menteri-menterinya,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip pada Senin (3/3/2025).
Menurutnya, penunjukan Noel sebagai Wamenaker justru memperburuk situasi ketenagakerjaan di Indonesia.
“Urusan ketenagakerjaan diserahkan ke Noel, bukannya mengurangi pengangguran malah menambah pengangguran,” tambahnya.
John juga mengingatkan janji Noel yang sebelumnya menyatakan akan mundur jika Sritex bangkrut. Namun hingga kini, janji itu dinilai hanya sebatas ucapan tanpa realisasi.
“Janji mundur sebagai menteri jika Sritex bangkrut ternyata hanya sekadar lip service semata kepada karyawan Sritex,” sindirnya.
Lebih lanjut, ia menyebut keberadaan pejabat seperti Noel justru memperburuk citra pemerintahan Prabowo.
“Menteri-menteri sejenis ini hanya akan semakin merusak citra Prabowo, apalagi di tengah kontroversi ucapan ‘Ndasmu’ yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara,” paparnya.
Sebelumnya, Noel sempat berjanji bahwa ia lebih memilih kehilangan jabatan daripada melihat ribuan karyawan Sritex kehilangan pekerjaan. Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Istigasah Akbar di Lapangan Sandang Sejahtera, kompleks pabrik PT Sritex, pada 15 November 2024 lalu.
Kini, publik menantikan apakah Noel akan memenuhi janjinya atau justru bertahan di posisinya meski tekanan terus menguat. (***)













