Desakan Mundur untuk Wamenaker Noel Kian Menguat, Janji Hanya Lip Service?

- Penulis

Selasa, 4 Maret 2025 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel kini berada di bawah tekanan publik. Ia diminta mundur dari jabatannya setelah gagal menyelamatkan 12 ribu karyawan PT Sri Rejeki Isman (SRIL Tbk) atau Sritex, yang resmi menutup operasionalnya secara permanen.

Pegiat media sosial John Sitorus pun melontarkan kritik tajam, tidak hanya kepada Noel tetapi juga kepada Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun X pribadinya, John menilai Prabowo melakukan kesalahan dalam memilih menteri-menterinya.

“Salah satu kesalahan terbesar Prabowo adalah dia tidak mengenal siapa menteri-menterinya,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip pada Senin (3/3/2025).

Menurutnya, penunjukan Noel sebagai Wamenaker justru memperburuk situasi ketenagakerjaan di Indonesia.

“Urusan ketenagakerjaan diserahkan ke Noel, bukannya mengurangi pengangguran malah menambah pengangguran,” tambahnya.

John juga mengingatkan janji Noel yang sebelumnya menyatakan akan mundur jika Sritex bangkrut. Namun hingga kini, janji itu dinilai hanya sebatas ucapan tanpa realisasi.

“Janji mundur sebagai menteri jika Sritex bangkrut ternyata hanya sekadar lip service semata kepada karyawan Sritex,” sindirnya.

Lebih lanjut, ia menyebut keberadaan pejabat seperti Noel justru memperburuk citra pemerintahan Prabowo.

“Menteri-menteri sejenis ini hanya akan semakin merusak citra Prabowo, apalagi di tengah kontroversi ucapan ‘Ndasmu’ yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara,” paparnya.

Sebelumnya, Noel sempat berjanji bahwa ia lebih memilih kehilangan jabatan daripada melihat ribuan karyawan Sritex kehilangan pekerjaan. Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Istigasah Akbar di Lapangan Sandang Sejahtera, kompleks pabrik PT Sritex, pada 15 November 2024 lalu.

Kini, publik menantikan apakah Noel akan memenuhi janjinya atau justru bertahan di posisinya meski tekanan terus menguat. (***)

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru