Dedi Iskandar: DPD Perlu Diberi Ruang Lebih Besar dalam Sistem Presidensial

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Iskandar Batubara (rentak.id)

Dedi Iskandar Batubara (rentak.id)

JAKARTA –  Badan Pengkajian MPR RI yang juga Senator DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, menilai momentum ulang tahun ke-21 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada 1 Oktober 2025 menjadi saat tepat untuk memperkuat peran lembaga tersebut dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Menurut Dedi, empat kali amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah melahirkan keberadaan DPD sebagai salah satu produk penting. Namun, ia menilai kewenangan DPD hingga kini masih terbatas.

“Saya kira ini momentum yang cukup baik. Hari ini, tepat 21 tahun DPD, kita juga menggelar Rapat Paripurna Luar Biasa. DPD kan lahir dari amandemen UUD 1945, meskipun faktanya kewenangannya dalam legislasi masih terbatas,” kata Dedi Iskandar dalam diskusi di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Ia menegaskan, posisi DPD sebagai lembaga legislatif perlu diperkuat agar dapat menjalankan fungsi check and balance dalam sistem demokrasi.

“MPR, DPR, dan DPD ini harus dipertegas kewenangannya. Belakangan kita mendorong MPR agar kembali punya otoritas lebih besar, salah satunya menyusun pokok-pokok haluan negara. DPD juga diharapkan bisa menjadi penyeimbang dalam legislasi,” ujarnya.

Dedi juga menyoroti kuatnya dominasi eksekutif dalam sistem presidensial Indonesia.

“Hari ini eksekutif sangat powerful. Presiden tidak hanya eksekutif, tapi juga bisa mengusulkan dan membahas rancangan undang-undang bersama DPR. Karena itu, ruang bagi DPD harus diperbesar agar benar-benar memperkuat peran daerah dalam penyelenggaraan negara,” jelasnya.

Ia menyebutkan tiga langkah strategis yang perlu dilakukan DPD RI ke depan. Pertama, memperjuangkan perubahan kelima UUD 1945 untuk memperkuat kewenangan legislasi DPD sebagai kamar kedua parlemen.

Kedua, mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang menyangkut kepentingan daerah, seperti transfer dana daerah. Ketiga, memperkuat kolaborasi pengawasan agar setiap program pemerintah di daerah benar-benar terlaksana.

“Meskipun kewenangan DPD dalam legislasi masih terbatas, jangan sampai membuat DPD tidak produktif. Justru fungsi pengawasan dan kolaborasi inilah yang harus dioptimalkan. Anggota DPD yang setiap hari dekat dengan daerah tentu paling tahu persoalan dan kebutuhan masyarakatnya,” tegas Dedi.

Menurutnya, memperkuat partisipasi daerah dalam sistem politik nasional akan semakin memperkokoh Indonesia sebagai negara kesatuan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

DPR Maraton Rapat: Paripurna Putuskan BAZNAS–BPJS, Komisi Bahas Pendidikan hingga Alpalhankam
Agenda DPR Hari Ini: Dari Aspirasi Guru, RUU Persaingan Usaha hingga Isu HAM dan Energi
Komisi XII DPR RI Padatkan Agenda Bahas Energi, Karbon, hingga Tata Kelola Timah
DPR RI Padat Agenda Rabu Ini, dari Hak Cipta Musik hingga Evaluasi Kinerja KPK
DPR RI Gelar Rapat Maraton: Ombudsman, BAZNAS, BI hingga Bencana dan Energi Jadi Sorotan
Sehari Penuh Rapat, DPR RI Bahas Isu Strategis dari Polri hingga Bank Indonesia
Parlemen Bahas Ekonomi Kreatif hingga Ketahanan Energi, Ini Agenda DPR Kamis 22 Januari 2026
Agenda Parlemen Rabu 21 Januari 2026: Dari RUU Jabatan Hakim hingga Persiapan Haji 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:32 WIB

DPR Maraton Rapat: Paripurna Putuskan BAZNAS–BPJS, Komisi Bahas Pendidikan hingga Alpalhankam

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:38 WIB

Agenda DPR Hari Ini: Dari Aspirasi Guru, RUU Persaingan Usaha hingga Isu HAM dan Energi

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:51 WIB

Komisi XII DPR RI Padatkan Agenda Bahas Energi, Karbon, hingga Tata Kelola Timah

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:59 WIB

DPR RI Padat Agenda Rabu Ini, dari Hak Cipta Musik hingga Evaluasi Kinerja KPK

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:35 WIB

DPR RI Gelar Rapat Maraton: Ombudsman, BAZNAS, BI hingga Bencana dan Energi Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Menpora RI Erick Thohir kunjungannya ke Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar. (dok. kemenpora)

Olahraga

Atlet Berprestasi Tak Hanya Dapat Bonus Tapi Juga Masa Depan

Minggu, 15 Feb 2026 - 10:07 WIB

Bulog Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional (dok. rentak.id)

Ekonomi

Menjelang Ramadhan BULOG Perkuat Pasokan Pangan Nasional

Sabtu, 14 Feb 2026 - 10:25 WIB