Danantara Diresmikan, Ribuan Buruh Terancam PHK: Partai Buruh Tuding Pemimpin Tak Pro Rakyat!

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KSPI akan demo  soal Danantara. (By: Chatgpt)

Ilustrasi KSPI akan demo soal Danantara. (By: Chatgpt)

JAKARTA – Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyambut baik peresmian Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Mereka mengakui cita-cita di balik pendiriannya—yakni demi kesejahteraan rakyat dan generasi mendatang—sebagai sesuatu yang mulia. Namun, melihat susunan kepemimpinan di Danantara, Partai Buruh justru merasa pesimistis.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan kekecewaannya terhadap figur-figur yang dipercaya memimpin badan ini.

CEO Danantara dijabat oleh Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.

Sementara itu, Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN, menjabat sebagai COO, dan Pandu Patria Sjahrir, Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kadin Indonesia, didapuk sebagai CIO.

“Sungguh ironis. Para pemimpin ini tidak memiliki rekam jejak yang berpihak pada buruh. Justru, Menteri Investasi adalah tokoh utama di balik Omnibus Law UU Cipta Kerja, kebijakan yang sangat merugikan buruh. Bagaimana mungkin sekarang ia diharapkan membawa kesejahteraan bagi rakyat?” ujar Said Iqbal, Kamis (27/2/2025)

Ia pun mempertanyakan transparansi pengelolaan dana triliunan rupiah milik buruh yang tersimpan di Bank Mandiri, BRI, dan BNI, yang kini dikelola Danantara.

“Dana ini dipegang oleh mereka yang kebijakannya dulu justru mengancam masa depan buruh. Apakah buruh bisa percaya?” tambahnya.

Selain itu, Said Iqbal menyinggung lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di awal 2025.

Ia menyoroti PHK massal yang terjadi di sektor industri elektronik, seperti PT Sanken yang menutup operasional dan mem-PHK hampir seribu karyawan, serta PT Yamaha Musik yang memangkas lebih dari seribu pekerja akibat relokasi ke China dan Jepang. Tak hanya itu, PT Tokai di Bekasi juga gulung tikar, meninggalkan ratusan buruh tanpa pekerjaan.

“Apakah Menteri Investasi, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perindustrian, dan Menko Perekonomian menyadari fakta ini saat Danantara diresmikan?” tanyanya.

Sektor otomotif pun tak luput dari ancaman. Menurut Said Iqbal, ribuan pekerja di pabrikan truk dan dump truck seperti Toyota, Isuzu, Hino, dan Mitsubishi berisiko kehilangan pekerjaan pada 2025 akibat banjirnya impor kendaraan dari China.

“Bagaimana mungkin Danantara akan berjalan sesuai cita-cita Presiden Prabowo untuk menyejahterakan rakyat, sementara sektor riil terus mengalami kemunduran?” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gelombang PHK di sektor tekstil pada 2024, yang disebabkan oleh impor besar-besaran dari China melalui Permendag No. 8/2023, merupakan bukti lain dari kegagalan pemerintah dalam melindungi industri dalam negeri.

Sebagai respons, Partai Buruh dan KSPI berencana menggelar aksi protes sebelum bulan Ramadan.

“Ribuan buruh di seluruh Indonesia akan turun ke jalan menuntut penghentian PHK di sektor elektronik, tekstil, garmen, baja, dan otomotif truk. Aksi ini akan kami gelar di Istana Merdeka serta kantor-kantor gubernur di berbagai daerah,” tegas Said Iqbal. ***

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru