Candi Muaro Jambi: Potensi Wisata dan Riset Sejarah yang Masih Terpendam dari Abad 7 Masehi

- Penulis

Rabu, 7 Februari 2024 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks Candi Muaro, Jambi

Kompleks Candi Muaro, Jambi

RENTAK.ID. JAMBI – Sampai saat ini baru 11 candi yang sudah terungkap, sementara 88 candi masih terkubur dalam tanah di kompleks Candi Muaro Jambi. Dimana merupakan salah satu Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) yang terletak di Provinsi Jambi.

Jika memasuki kompleks maka bawa sadar anda akan menggiring imajinasi ke abad 7 atau 14 Masehi. Dimana duluh kompleks pecandiaan ini begitu megahnya.

Direktorat Jenderal Kebudayaan menyatakan bahwa masih ada sekira 82 reruntuhan yang belum diangkat ke permukaan.

Sejauh ini, baru ada 11 candi di wilayah Candi Muaro Jambi yang berhasil ditemukan dan dipugar, seperti Candi Tinggi, Candi Gumpung, dan Candi Kedaton. Meskipun begitu, masih banyaknya ‘harta karun’ yang terpendam menjadikan wilayah tersebut potensial untuk menjadi tempat riset.

Kepala Unit Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Agus Widiatmoko mengatakan, kompleks Candi Muaro Jambi terbuka untuk riset dari kalangan akademisi. Menurutnya, Candi Muaro Jambi merepresentasikan keunikan yang luar biasa dalam tradisi spiritual dan pendidikan Buddhisme di Asia Tenggara.

“Situs-situs ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah dan budaya yang mendalam, tapi juga menjadi saksi bisu atas pertukaran pengetahuan dan nilai spiritual antargenerasi,” katanya, Sabtu, 3 Februari 2024.

Penelitian-penelitian arkeologis dan sejarah telah dipublikasikan terkait kompleks Candi Muaro Jambi, dan penelitian-penelitian tersebut membantu memahami arsitektur serta seni bangunan di Candi Muaro Jambi.

Sementara karakteristik dari Candi Muaro Jambi yang membedakan dari candi lainnya di Indonesia, seperti Candi Borobudur, adalah posisi antara satu candi dengan candi lainnya yang terpisah-pisah. Para pengunjung yang ingin mengeksplorasi candi-candi tersebut harus berjalan atau menggunakan sepeda dengan jarak antara 1-3 kilometer dari satu candi ke candi lainnya.

Dengan potensi yang dimilikinya, Candi Muaro Jambi siap menjadi tempat riset bagi kalangan akademisi yang ingin memahami keunikan budaya dan sejarah Indonesia.

Semua informasi yang telah dipelajari dari kompleks Candi Muaro Jambi, semakin memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah masa lalu dan praktek keagamaan di Indonesia. ***

Berita Terkait

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah
Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026
Restorasi Candi Prambanan Dipercepat, Fadli Zon Targetkan 218 Candi Perwara Rampung Sebelum 2029
MADYA Dukung Keluarga Nani Wartabone Laporkan Dugaan Penghancuran Cagar Budaya ke Polda Gorontalo
KAI Wisata Sulap Stasiun Yogyakarta Jadi Etalase Batik dan Produk Lokal Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:51 WIB

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:10 WIB

Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terbaru