JAKARTA – Pemerintah menegaskan capaian swasembada pangan Indonesia kini tidak lagi sekadar menjaga stok dalam negeri, tetapi telah melangkah ke pasar internasional.
Melalui Perum BULOG, Indonesia resmi melepas ekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Jemaah Haji Indonesia tahun 2026.
Pelepasan kontainer Beras Befood Nusantara itu berlangsung di Gudang BULOG Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Momentum ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru, karena untuk pertama kalinya beras hasil panen petani Indonesia dikirim khusus untuk dikonsumsi jamaah haji di Tanah Suci.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, serta Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran direksi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam mewujudkan capaian tersebut.
“Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia. Ini bukti bahwa swasembada kita naik kelas,” ujarnya.
Menurut Amran, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, BULOG, dan para petani di berbagai daerah yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan ekspor ini bukan sekadar aktivitas dagang, melainkan simbol kemandirian bangsa.
“Negara tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jemaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Sebanyak 2.280 ton beras premium akan dikirim secara bertahap untuk musim haji 2026. Beras tersebut berasal dari pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi.
Produk ini memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.
Ekspor ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah menggunakan Beras BULOG Befood Nusantara pada musim haji 2026.
BULOG memastikan ekspor tersebut tidak mengganggu ketersediaan dalam negeri. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diklaim dalam kondisi aman dan terkendali sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Momentum ini sekaligus memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat global, menandai transformasi Indonesia menjadi negara produsen beras yang tidak hanya mandiri, tetapi juga kompetitif dan dipercaya di pasar internasional.
Penulis : lazir
Editor : ameri













