BULOG Tegaskan Keberpihakan pada Petani dan Nelayan, Serap 3,15 Juta Ton Beras untuk Dukung Swasembada Pangan

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani di PENA XVII 2026 Gorontalo (dok. bulog)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani di PENA XVII 2026 Gorontalo (dok. bulog)

GORONTALO – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Di balik ketahanan pangan yang terjaga, ada peran besar petani dan nelayan yang setiap hari memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia.

Komitmen untuk terus mendampingi para pelaku pangan tersebut kembali ditegaskan Perum BULOG dalam Temu Wicara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 370 petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi ruang dialog sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku pangan di lapangan.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan hasil kerja keras para petani, nelayan, dan seluruh pelaku sektor pangan di berbagai wilayah.

Menurutnya, BULOG akan terus memperkuat perannya sebagai stabilisator pangan nasional sekaligus mitra strategis petani untuk memastikan hasil produksi terserap dengan harga yang layak dan menguntungkan.

“Petani dan nelayan adalah pahlawan pangan bangsa. Perannya sangat besar dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, bagi Perum BULOG, ketahanan pangan tidak hanya bicara soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada para pelaku pangan di lapangan. Perum BULOG akan terus hadir sebagai mitra strategis, mulai dari penyerapan hasil panen, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi pasokan dan harga,” kata Ahmad Rizal Ramdhani, Senin (22/6/2026)

Sebagai bentuk nyata dukungan kepada petani, BULOG terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen, khususnya Gabah Kering Panen (GKP), sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Hingga 19 Juni 2026, realisasi pengadaan beras BULOG telah mencapai 3.151.332 ton atau sekitar 78,55 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang diproyeksikan mendekati 4 juta ton.

Tidak hanya fokus pada pengadaan, BULOG juga menjalankan fungsi stabilisasi di tingkat hilir melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran Bantuan Pangan. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG mencapai 5,19 juta ton, menjadi modal strategis dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan nasional.

Melalui program SPHP, BULOG telah menyalurkan lebih dari 357 ribu ton beras ke berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar rakyat, ritel modern, Gerakan Pangan Murah, hingga jaringan Rumah Pangan Kita.

Rizal menambahkan, keberhasilan swasembada pangan harus dijaga melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, BUMN pangan, petani, dan nelayan. Menurutnya, petani dan nelayan bukan sekadar penerima manfaat kebijakan, melainkan aktor utama yang menentukan keberlanjutan sistem pangan nasional.

Karena itu, Temu Wicara PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi, memperkuat jejaring kerja sama, serta memastikan kebijakan pangan semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha pangan di lapangan.

Melalui keikutsertaannya dalam forum nasional tersebut, Perum BULOG kembali menegaskan komitmennya sebagai bagian dari upaya besar pemerintah menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional, sekaligus memperkuat keberpihakan kepada petani, nelayan, dan seluruh pelaku pangan Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB