BULOG Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga 14 Juli 2026, Capai 85 Persen Target Nasional

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (foto. bulog)

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (foto. bulog)

JAKARTA – Perum BULOG terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui percepatan penyerapan hasil panen petani. Hingga 14 Juli 2026, perusahaan pelat merah tersebut berhasil menyerap 3,4 juta ton setara beras, atau sekitar 85 persen dari target pengadaan nasional tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Keberhasilan penyerapan ini juga ditopang oleh kinerja sejumlah wilayah kerja BULOG yang melampaui target pengadaan. Tercatat ada lima kantor wilayah yang berhasil menembus realisasi lebih dari 100 persen, yakni Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali.

Dari seluruh wilayah tersebut, Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras, menjadikannya sebagai motor utama dalam mendukung penguatan stok beras nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BULOG dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di sentra-sentra produksi.

“Keberhasilan menyerap 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja keras seluruh insan BULOG bersama pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta para pelaku usaha penggilingan. Capaian ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal, Selasa (14/7/2026)

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak membuat BULOG menghentikan upaya pengadaan. Sebaliknya, seluruh jajaran perusahaan tetap bergerak memaksimalkan penyerapan gabah dan beras petani selama musim panen masih berlangsung di berbagai daerah.

BULOG, kata Ahmad Rizal, terus memperkuat jaringan pengadaan, meningkatkan kesiapan gudang dan fasilitas pengolahan, serta memperluas kolaborasi dengan mitra penggilingan, kelompok tani, hingga pemerintah daerah agar target nasional 4 juta ton dapat tercapai sesuai rencana.

“Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran BULOG akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional sekaligus jaminan bagi kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia menambahkan, semakin kuatnya stok beras yang berasal dari produksi dalam negeri akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh Indonesia.

Selain fokus pada kuantitas, BULOG juga memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap gabah maupun beras yang diserap harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan agar Cadangan Beras Pemerintah tetap terjaga mutunya.

Ahmad Rizal menegaskan, komitmen BULOG tidak hanya mengejar target angka penyerapan, tetapi juga memastikan negara hadir melindungi petani melalui kepastian pasar dan harga yang layak.

“BULOG di seluruh Indonesia akan terus bergerak hingga target nasional tercapai. Pengadaan ini bukan sekadar memenuhi angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memastikan swasembada pangan Indonesia terus berkelanjutan,” pungkas Ahmad Rizal.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB