JAKARTA – Perum BULOG menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta memutus akses logistik dan distribusi pangan di sejumlah wilayah.
Situasi darurat ini membuat kebutuhan pangan mendesak di tengah masyarakat. BULOG menilai berbagai dinamika di lapangan terjadi karena masyarakat terpaksa menghadapi keterbatasan akses pangan akibat jalur distribusi yang terisolasi selama beberapa hari.
Untuk itu, BULOG kini melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait demi memastikan pemulihan distribusi pangan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Upaya ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan ketertiban dan keamanan lingkungan di wilayah terdampak.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Kami memahami bahwa masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi melalui koordinasi dan langkah kebijakan yang tepat bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Gudang dan Komoditas Ikut Terdampak
Banjir juga berdampak pada beberapa fasilitas BULOG, seperti Gudang BULOG Dayah Timu Sigli di Aceh dan Gudang BULOG Sarudik Sibolga di Sumatera Utara. Sejumlah komoditas beras dan minyak goreng turut terdampak di Gudang BULOG Ulee Blang Mane Lhokseumawe, Dayah Timu Sigli, dan Labuhan Deli Medan. BULOG menyebut pendataan total volume komoditas terdampak masih berlangsung di lapangan.
Bantuan TJSL dan Penyaluran CPPD
Sebagai langkah tanggap darurat, BULOG telah menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ke tiga provinsi terdampak. Bantuan tersebut meliputi:
1.500 kg beras
300 liter minyak goreng
160 kg gula
20 dus mie instan
20 dus biskuit
1.200 porsi nasi box
Selain itu, hingga 30 November 2025, BULOG telah menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan rincian:
Aceh: 152.893 kg
Sumatera Utara: 72.630 kg
Sumatera Barat: 61.554 kg
Total penyaluran CPPD ke tiga provinsi telah mencapai lebih dari 287 ton.
Optimalisasi Program Bantuan Pangan (Banpang)
Program Banpang juga terus dioptimalkan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk alokasi Oktober–November, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
Total penyaluran Banpang:
Aceh: 10.613.640 kg beras & 2.122.728 liter minyak goreng
Sumut: 16.893.920 kg beras & 1.168.928 liter minyak goreng
Sumbar: 6.794.960 kg beras & 1.358.992 liter minyak goreng
Penambahan Stok untuk Percepatan Pemulihan
Untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan, BULOG menambah stok beras ke wilayah:
Sibolga: 1.562 ton (dari Jakarta dan Medan)
Nias: 1.650 ton (dari Jakarta dan Padang)
BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, terutama di tengah situasi bencana, dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas.
Penulis : lazir
Editor : ameri






