JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi senyap. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) berinisial IE dalam dugaan kasus pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penangkapan dilakukan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (21/8/2025).
“Benar (Wamenaker). Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Cahyanto saat dikonfirmasi, Kamis pagi.
Menurut Fitroh, penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta. Namun, belum dirinci lokasi pasti penangkapan maupun barang bukti yang berhasil diamankan.
“Jakarta,” jawab Fitroh singkat ketika ditanya soal lokasi penangkapan.
Fitroh juga mengungkapkan bahwa rangkaian operasi ini telah dimulai sejak Rabu malam. “Rangkaiannya dari semalam,” katanya.
Informasi sementara menyebutkan bahwa dugaan pemerasan ini melibatkan pungutan liar kepada sejumlah perusahaan yang tengah mengurus sertifikat K3, sebuah dokumen penting yang dibutuhkan untuk memastikan kelayakan kerja dan keselamatan operasional di berbagai sektor industri.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah uang yang diamankan, pihak-pihak lain yang terlibat, serta status hukum dari IE.
Juru bicara KPK menyatakan bahwa lembaga antirasuah tersebut akan menggelar konferensi pers resmi dalam waktu dekat untuk menjelaskan kronologi penangkapan, peran tersangka, dan bukti awal yang telah dikumpulkan.
Kasus ini menambah daftar panjang pejabat negara yang tersandung dugaan korupsi, khususnya di sektor pelayanan publik yang seharusnya bebas dari praktik suap dan pemerasan.
Penulis : lazir
Editor : ameri













