BPKH Gelar Program ‘Balik Kerja Bareng’ 2025, Bantu Pemudik Kembali ke Perantauan

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPKH Gelar Program

BPKH Gelar Program "Balik Kerja Bareng" 2025, Bantu Pemudik Kembali ke Perantauan. (Chat GPT)

RENTAK.ID – Dalam upaya mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2025, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menyelenggarakan Program “Balik Kerja Bareng” yang menyediakan transportasi gratis bagi pemudik yang hendak kembali ke Jabodetabek setelah menikmati libur Lebaran.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BPKH dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat Islam, khususnya bagi para pekerja yang merantau di Jabodetabek.

“Kami bersyukur bisa kembali menghadirkan Program ‘Balik Kerja Bareng’ untuk membantu masyarakat yang ingin kembali ke tempat kerja mereka pasca-Lebaran. Kami harap program ini bisa memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Fadlul di Jakarta, Senin (24/2/2025).

Sebanyak 48 bus eksekutif telah disiapkan untuk mengangkut pemudik dari lima kota besar di Indonesia, yakni Surabaya, Solo, Garut, Yogyakarta, dan Lampung, dengan tujuan akhir di Jabodetabek.

Program ini merupakan hasil kerja sama BPKH dengan berbagai mitra kemaslahatan, seperti Baitul Maal Muamalat (BMM), Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli), LAZ UQ, dan Solo Peduli.

Pendaftaran dan Fasilitas Gratis

BPKH menargetkan sebanyak 2.500 pemudik dapat memanfaatkan program ini dengan keberangkatan serentak pada 6 April 2025.

Pendaftaran telah dibuka sejak 24 Februari 2025 melalui laman https://bit.ly/BalikKerjaBPKH2025 dan akan ditutup setelah kuota terpenuhi.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan bahwa program ini dikhususkan bagi pekerja yang sudah memiliki pekerjaan di Jabodetabek, bukan bagi mereka yang baru akan mencari kerja.

“Setiap pendaftar dapat membawa maksimal lima anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK). Namun, peserta wajib menunjukkan identitas pekerja atau bukti usaha di Jabodetabek serta belum terdaftar dalam program mudik balik dari instansi lain,” terang Sulistyowati.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta program akan mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk makanan ringan, satu kali makan, kaos, serta suvenir dari BPKH. Program ini sepenuhnya gratis tanpa pungutan biaya apapun.

“Kami berharap program ini bisa membantu para pemudik kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman. BPKH akan terus berusaha menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi umat Islam di Indonesia,” pungkas Sulistyowati.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Antaranews.com

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru