Bantuan Pangan 37.338 Warga Alor Disalurkan, Masing-Masing Dapat 30 Kg Beras

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berikan bantuan warga Alor (foto. bulog)

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berikan bantuan warga Alor (foto. bulog)

ALOR, NTT – Pemerintah memperkuat komitmennya memastikan bantuan pangan tidak hanya tersalurkan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah kepulauan dan pelosok. Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian langsung dalam penyaluran bantuan pangan pemerintah.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., SH., M.Han., didampingi Pemimpin Wilayah BULOG Nusa Tenggara Timur Arrahim K. Kanam, hadir langsung di Alor untuk memastikan bantuan pangan perdana alokasi Juli, Agustus, dan September diterima masyarakat.

Untuk periode tersebut, bantuan pangan di Kabupaten Alor diberikan kepada 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Karena mencakup tiga bulan, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras, atau masing-masing 10 kilogram per bulan.

Kehadiran langsung jajaran pemerintah dan BULOG di tengah masyarakat menjadi bentuk pengawasan sekaligus memastikan program berjalan sesuai sasaran. Bantuan juga didorong agar tidak berhenti di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar sampai ke desa-desa.

Dalam penyaluran tersebut, bantuan pangan diberikan kepada masyarakat di sejumlah desa. Di antaranya Desa Fuisama sebanyak 66 PBP, Desa Probur 513 PBP, dan Desa Lembur Barat 222 PBP.

Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk kesulitan memperoleh bantuan pangan.

Menurut Amran, pemerintah harus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan akses pangan dan perlindungan sosial.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok,” ujar Amran, Sabtu (8/8/2026)

Ia mengatakan, kunjungan langsung ke Alor menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat kondisi penyaluran bantuan pangan di lapangan sekaligus memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” katanya.

Amran menambahkan, bantuan pangan tidak hanya berkaitan dengan distribusi beras, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BULOG agar penyaluran dapat berlangsung tepat sasaran dan tepat waktu.

“Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu,” tegas Amran.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran bantuan pangan di Alor menjadi bukti bahwa pemerintah bersama BULOG berupaya memberikan akses pangan secara merata, termasuk kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tantangan geografis.

Rizal menegaskan, distribusi bantuan pangan ke daerah kepulauan membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang kuat agar proses pengiriman hingga penyaluran di tingkat masyarakat dapat berjalan lancar.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, bantuan pangan yang disalurkan di Alor merupakan alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.

“Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras,” jelasnya.

Menurut Rizal, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi alasan bagi BULOG untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan,” tegas Rizal.

Ia memastikan BULOG akan terus mendukung pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan hingga ke wilayah pelosok.

“Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak akan terus kami perkuat agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan pangan,” tambahnya.

Bantuan Pangan Menjangkau Tingkat Desa

Penyaluran bantuan pangan di Alor juga menunjukkan upaya pemerintah memperluas jangkauan program hingga tingkat desa. Bantuan yang diterima masyarakat di Desa Fuisama, Probur dan Lembur Barat menjadi bagian dari distribusi untuk puluhan ribu penerima di Kabupaten Alor.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.

Selain memastikan distribusi berjalan, kehadiran pemerintah di Alor juga menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masukan dari warga, termasuk generasi muda asal Alor, menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam melihat secara langsung persoalan pangan dan kebutuhan masyarakat di daerah.

Dengan penyaluran bantuan pangan untuk tiga bulan sekaligus, pemerintah menegaskan bahwa pemerataan akses pangan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, pesan yang dibawa pemerintah cukup jelas: jarak geografis bukan alasan untuk mengurangi perhatian negara terhadap kebutuhan pangan masyarakat.

Penulis : lazir

Editor : guntar

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru