Banjir Luluhlantakkan Sekolah, Kemendikbud Siapkan Bantuan untuk Anak-Anak Bali

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan akan memberikan bantuan untuk sekolah-sekolah di Bali yang terdampak banjir besar pada 9 September 2025.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, saat meninjau sejumlah sekolah di Denpasar, Kamis (11/9).

Menurut Gogot, bantuan yang akan disalurkan pada tahun anggaran 2026 meliputi perbaikan sarana dan prasarana guna mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Kami berkomitmen memberikan bantuan untuk pemulihan sekolah agar aktivitas pembelajaran bisa kembali normal dan lebih tangguh terhadap bencana,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gogot didampingi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, I Made Alit Dwitama, menyambangi empat sekolah yang terdampak langsung, yakni SDN 04 Dauh Puri, SDN 12 Dauh Puri, serta SDN 10 dan 11 Paguyangan. Di lokasi, ia turut menyerahkan bantuan perlengkapan belajar (school kit) bagi para siswa.

Berdasarkan data awal, sedikitnya 60 sekolah mengalami kerusakan berat akibat banjir. Tak hanya itu, sebanyak 906 siswa dan 74 guru turut terdampak. Sementara itu, berdasarkan data Dapodik, total 1.835 sekolah terdampak banjir yang tersebar di Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana.

Musibah ini juga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan 562 warga terpaksa mengungsi.

Gogot menyampaikan belasungkawa kepada para korban, seraya menegaskan pentingnya keberlanjutan layanan pendidikan meskipun dalam kondisi darurat.

“Sekolah-sekolah harus tetap memberikan layanan pendidikan alternatif sesuai kondisi masing-masing. Anak-anak harus tetap mendapatkan hak belajarnya,” tegasnya.

Saat banjir terjadi, sekolah tengah libur memperingati Hari Raya Pagerwesi, sehingga aktivitas pembelajaran tidak terganggu langsung. Namun, sekolah kini tengah melakukan asesmen kerusakan, sementara Dinas Pendidikan Bali memperbarui data melalui dashboard SPAB. Pemprov Bali pun telah menetapkan status tanggap darurat selama 10–17 September 2025.

Kemendikbudristek pun mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan dan memastikan keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak.(***)

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru