Awal 2026 Jadi Kado Manis untuk Guru Madrasah Non ASN, BSU Cair untuk Ratusan Ribu Penerima

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tenaga kependidikan madrasah non ASN menerima BSU (Ilustrasi ai-rentak.id)

Ilustrasi tenaga kependidikan madrasah non ASN menerima BSU (Ilustrasi ai-rentak.id)

JAKARTA – Awal tahun 2026 membawa kabar menggembirakan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah non ASN di seluruh Indonesia. Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Agama telah mulai dicairkan sejak akhir Desember 2025 sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik madrasah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Fesal Musaad, menyampaikan bahwa total penerima BSU tahun 2025 mencapai 211.992 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 186.148 guru madrasah non ASN serta 25.844 tenaga kependidikan madrasah non ASN di berbagai daerah.

Menurut Fesal, kebijakan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan para pendidik madrasah yang selama ini berperan sebagai garda terdepan pendidikan berbasis keagamaan.

“BSU ini dialokasikan dari anggaran 2025 yang diperkuat belanja tambahan. Ini sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap guru dan tendik madrasah non ASN,” ujar Fesal dikutip, Sabtu (10/1/2026).

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600.000 yang disalurkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para guru menjaga motivasi serta semangat pengabdian di lingkungan madrasah.

Lebih lanjut, Fesal menegaskan bahwa penyaluran BSU merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan madrasah melalui peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam menjalankan peran pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik,” pungkasnya.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru