AHY: Tata Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan Wilayah

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALU – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya menjadikan tata ruang sebagai panglima dalam setiap proses pembangunan wilayah. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Sulawesi, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 10 Juli 2025.

“Wilayah harus dikelola secara bijak agar tidak terjadi penyalahgunaan ruang, terutama di kawasan yang memiliki fungsi mitigasi bencana,” kata AHY di hadapan para kepala daerah dan pemangku kebijakan wilayah Sulawesi.

Menurut AHY, tata ruang mesti menjadi dasar hukum dan teknis dalam pembangunan, terutama untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Apalagi, kata dia, kawasan Sulawesi kini memegang peranan penting dalam peta industri nasional, terutama untuk mendukung hilirisasi sektor pertambangan dan perkebunan.

“Perlu kebijakan strategis berdasarkan tata ruang yang benar. Mana yang harus dijaga sebagai ruang hijau, mana lahan pertanian, dan mana yang bisa dikembangkan untuk permukiman atau industri,” ujarnya.

Ia juga menyebut keberhasilan pembangunan wilayah sangat bergantung pada keakuratan data spasial, termasuk ketersediaan peta skala besar 1:5.000 dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Data tersebut, lanjutnya, krusial untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai dasar teknis dan legal dalam penataan kawasan.

“Jika RDTR tersedia, kesalahan penggunaan ruang bisa dihindari. Infrastruktur hanya bisa dibangun kalau tata ruangnya sudah ditetapkan,” ujar AHY.

Dalam pidatonya, AHY menyampaikan empat arahan strategis dalam pengelolaan pembangunan wilayah. Pertama, menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan RPJMN secara spasial. Kedua, mempercepat legalisasi RDTR dan pemanfaatan sistem OSS berbasis spasial. Ketiga, mendorong integrasi data sektoral dalam satu basis data geospasial. Dan keempat, memastikan pembangunan memperhatikan aspek ketahanan bencana, kerentanan iklim, dan daya dukung lingkungan.

Forum tersebut turut dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Kepala BIG Muh Aris Marfai, serta para gubernur dari berbagai provinsi di Sulawesi dan Papua Barat Daya. Hadir pula para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi, Forkopimda, hingga pejabat teknis di lingkungan pemerintah daerah.

Menko AHY hadir bersama Deputi Bidang Pemerataan Pembangunan Wilayah Kemenko Infra, Nazib Faizal, dan Staf Khusus Menteri, Sigit Raditya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Berita Terbaru