Aboe Bakar Apresiasi Penangkapan 2 Ton Sabu: Delapan Juta Jiwa Terselamatkan

- Penulis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi digital penangkapan narkoba di laut (ilustasi dibikin oleh ai gemini-rentak.id)

Ilustrasi digital penangkapan narkoba di laut (ilustasi dibikin oleh ai gemini-rentak.id)

JAKARTA – Kerja sama lintas institusi kembali membuahkan hasil besar. Dua ton sabu yang hendak diselundupkan melalui kapal motor dari Thailand menuju perairan Kepulauan Riau berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang tergabung dalam Desk Pemberantasan Narkoba. Tim tersebut terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Bea Cukai, dan Polri.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi. Ia menyebut penangkapan tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah penindakan narkotika di Indonesia.

“Ini adalah tangkapan terbesar sepanjang sejarah. Saya mengapresiasi hasil kerja luar biasa dari seluruh tim di Desk Pemberantasan Narkoba. Sinergi antar lembaga seperti ini adalah bukti bahwa kita bisa menang dalam perang melawan narkoba,” ujar Aboe dalam keterangannya,  Sabtu  (31/5/2025).

Menurut Aboe, penyitaan dua ton sabu bukan sekadar soal jumlah, melainkan soal nyawa dan masa depan generasi bangsa yang berhasil diselamatkan.

“Dengan jumlah sebanyak itu, diperkirakan sekitar delapan juta jiwa anak bangsa terselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba. Setiap gram yang berhasil disita adalah tamparan bagi para pengedar, dan harapan bagi bangsa ini,” tegas politisi yang akrab disapa Habib Aboe itu.

Meski mengapresiasi kerja aparat, Aboe mengingatkan agar penanganan kasus ini tidak berhenti hanya pada penyitaan barang bukti. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan pengembangan lanjutan, khususnya melalui pendekatan intelijen finansial.

“Analisis transaksi keuangan sangat penting untuk mengungkap siapa saja yang terlibat di balik jaringan ini. Kita harus tahu siapa otak pelaku, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. “Perang melawan narkoba tidak cukup hanya memutus mata rantai kurir dan pengedar. Kita harus meruntuhkan sistem keuangannya,” tambahnya.

Habib Aboe menilai pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa kerja kolaboratif antarinstansi mampu memberikan hasil yang signifikan. Ia berharap pola kerja serupa terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi itu kunci. Kalau semua lembaga kompak, maka Indonesia bebas narkoba bukan sekadar mimpi,” ujarnya.

Lebih jauh, Aboe Bakar menegaskan bahwa DPR RI akan terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui fungsi pengawasan dan legislasi, termasuk memperkuat kerangka hukum dalam menjerat jaringan narkotika internasional.

 

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Serangan ke Andrie Yunus Dinilai Janggal, Pakar Soroti Minimnya Perencanaan
17 Remaja Pelaku Konvoi Flare Diamankan, Polisi Soroti Peran Pengawasan Orang Tua
Sahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur di Gudang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Azmi Syahputra Minta Polisi Buka Kembali Penyelidikan Kematian Arya Danu Pangayunan
OTT KPK di Sumut, Menteri PU Nonaktifkan Tiga Pejabat BBPJN

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 18:10 WIB

Serangan ke Andrie Yunus Dinilai Janggal, Pakar Soroti Minimnya Perencanaan

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:55 WIB

17 Remaja Pelaku Konvoi Flare Diamankan, Polisi Soroti Peran Pengawasan Orang Tua

Selasa, 2 September 2025 - 13:08 WIB

Sahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur di Gudang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Minggu, 3 Agustus 2025 - 20:41 WIB

Azmi Syahputra Minta Polisi Buka Kembali Penyelidikan Kematian Arya Danu Pangayunan

Selasa, 1 Juli 2025 - 10:14 WIB

OTT KPK di Sumut, Menteri PU Nonaktifkan Tiga Pejabat BBPJN

Berita Terbaru