Anggota DPD RI Kalteng Tegaskan Pentingnya Transparansi Dalam Proyek Food Estate

- Penulis

Rabu, 20 Desember 2023 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Food Estate dalam sebuah poster. (ist)

Food Estate dalam sebuah poster. (ist)

RÈNTAK.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, meminta pemerintah pusat memberikan penjelasan yang transparan terkait food estate.

“Pemerintah harus memberikan penjelasan terbuka pada publik terkait total jumlah dan luasan proyek food estate yang tersebar di berbagai provinsi,” kata Teras, Rabu (20/12/2023).

Menurut Teras, publik membutuhkan informasi yang transparan agar proyek food estate dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan polemik.

Sebagai anggota DPD RI yang pernah beberapa kali menjembatani aspirasi masyarakat di area food estate, Teras berharap agar semua pihak bisa obyektif dalam mengenali dan memahami food estate di Kalteng.

“Tujuan food estate adalah untuk pemenuhan kebutuhan kita akan ketahanan dan kedaulatan pangan. Maka desain awal food estate sebagai kawasan pangan terintegrasi adalah juga termasuk modernisasi dan industrialisasi pertanian,” tegas mantan Ketua Komisi II DPR RI ini.

Oleh karena itu, Teras mengingatkan agar proyek food estate harus direncanakan dan dieksekusi dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pemerintah.

Teras juga menyatakan bahwa food estate di Kalteng tersebar di 3 Kabupaten, yakni Pulang Pisau, Kapuas, dan Gunung Mas. Komoditas yang terdapat di food estate tersebut terdiri dari dua, yakni padi dan singkong. Sedangkan fokus pengelolaan dibagi menjadi dua, yaitu Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan.

Teras berharap agar masyarakat diajak untuk menilai food estate secara obyektif. Bagi Teras, untuk mencapai keberhasilan, proyek food estate harus digarap secara profesional dan terarah. Teras mendesak agar proyek ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik golongan, melainkan untuk politik pangan nasional guna terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan.

Teras juga mengingatkan bahwa Proyek Lahan Sejuta Hektar di masa lalu gagal total di Kalteng. Ia meminta agar food estate di Kalteng didorong agar berhasil dan agar proyek ini tidak mengalami nasib yang sama dengan proyek lahan sejuta hektar pada masa lalu. Teras menyatakan bahwa pengawalan proyek food estate perlu dilakukan agar proyek ini berhasil.

Teras juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawal food estate ini. Menurutnya, pengawalan proyek seperti prinsip 5K di mana masyarakat diharapkan kritis, konstruktif dan konstitusional dalam segala sesuatu, termasuk mengawal pembangunan. Ia menekankan agar kritik yang disampaikan harus dilakukan secara penuh kesantunan demi kebersamaan.

Teras berharap agar semua pihak dapat berbuat yang baik dan nyata bagi Kalteng dan bangsa, serta negara kita. Ia menegaskan bahwa saatnya untuk bergerak, karena bila bukan sekarang, maka kapan lagi?

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru