Pengamat Politik Kritik Media Center Indonesia Maju, Terindikasi Ada Kepentingan Politik di Baliknya

- Penulis

Selasa, 5 Desember 2023 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat peluncuran Media Center Indonesia Maju. (twitter)

Saat peluncuran Media Center Indonesia Maju. (twitter)

RENTAK.ID – Pengamat politik dari lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengungkapkan, bahwa Media Center Indonesia Maju dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik koalisi Indonesia Maju.

Dalam Pilpres 2024 mendatang, Bahlil Lahadalia juga didukung oleh Gibran, meskipun ia tidak mengakui bahwa media centre ini ditujukan untuk Capres dari koalisi Prabowo.

Dalam wawancaranya pada Selasa (5/12/2023), Dedi mengatakan, “Jika Media Centre ini tidak terkait dengan Pilpres dan hanya untuk informasi umum terkait pemerintah, maka Bahlil sudah melebihi kewenangannya secara resmi, seperti kewenangan Menkominfo, KSP, dan bahkan para pekerja di Humas di semua lembaga pemerintah.”

Dedi menegaskan bahwa kekacauan yang diakibatkan oleh Bahlil jelas mendapat restu dari para penguasa dan ini menambah panjang daftar keterlibatan elit pemerintah dalam intervensi Pilpres. Dedi juga menambahkan, “Bahlil seharusnya lebih bersikap ksatria, ia harus mundur dari posisi Menteri dan fokus menjadi tim sukses Prabowo.”

Sebelumnya, Ahmad Sahroni, Bendahara Umum NasDem, memberikan tanggapannya mengenai diresmikannya Media Center Indonesia Maju. Menurutnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia hadir langsung dalam peresmian media center ini.

Ketika diminta tanggapannya, Ahmad Sahroni menyatakan, “Saya tidak paham kenapa Pemerintah harus mendirikan media center terlebih menjelang hari pencoblosan pada 14 Februari 2024. Apa yang terkait dengannya? Apakah ada masalah berat yang harus diatasi sehingga media center diputuskan harus didirikan?” ujarnya dengan nada tawa.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menyoroti masalah pengaduan masyarakat yang sedang marak di media sosial. Menurutnya, pemerintah masih terlambat dalam melayani masyarakat.

“Pengaduan masyarakat yang dilakukan secara sistemik melalui media sosial saja belum mendapat respons yang cepat dari pemerintah,” ucap Sahroni.

Sahroni menekankan, “Media Center sebaiknya diurus oleh Kominfo yang lebih tepat dan kompeten dalam mengelolanya.” ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru