JAKARTA – Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dipenuhi lautan jemaah pada Sabtu (1/8/2026) malam dalam pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari 100 ribu peserta dari berbagai latar belakang agama dan daerah hadir untuk memanjatkan doa bersama demi persatuan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.
Mengusung tema kebersamaan dalam keberagaman, kegiatan ini menjadi momentum refleksi nasional untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan dan gotong royong.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ar-Rahman ayat 1–14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar spiritual bangsa untuk menjaga persatuan dan memperkuat fondasi moral dalam membangun Indonesia.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah dan dari berbagai agama untuk bersama-sama mendoakan negeri ini. Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dengan kekuatan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, serta kokohnya kerukunan antarsesama,” ujar Nasaruddin.
Menurut Menag, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga melalui semangat toleransi dan saling menghormati.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Doa Kebangsaan Lintas Agama yang dipimpin enam tokoh agama secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa ini senantiasa diberi kedamaian, persatuan, serta kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Doa diawali oleh tokoh Kristen Protestan Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, kemudian dilanjutkan Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. untuk umat Katolik. Selanjutnya doa dipimpin Pinandita Gede Pastika bagi umat Hindu, Bhikku Bhadranatha Thera untuk umat Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo bagi umat Konghucu, dan ditutup oleh H. Husni Ismail yang memimpin doa bagi umat Islam.
Suasana semakin khidmat ketika ribuan jemaah bersama-sama melantunkan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di kawasan Monas.
Sebelum acara utama dimulai, panitia juga menggelar pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Doa Khotmil Qur’an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA.
Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan turut dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh-tokoh lintas agama yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap semangat persatuan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penulis : lazir
Editor : ameri






