Mendiktisaintek Brian Yuliarto Minta Praja IPDN Jadi Birokrat Adaptif dan Berpihak pada Rakyat

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (foto. kemendiksaintek)

Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (foto. kemendiksaintek)

SUMEDANG – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan para Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bahwa masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas aparatur pemerintah. Menurutnya, birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas menjadi kunci menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Brian Yuliarto saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama IPDN Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).

Dalam paparannya, Brian menekankan bahwa paradigma pemerintahan harus terus berubah mengikuti dinamika global yang berkembang sangat cepat. Aparatur negara dituntut mampu meninggalkan pola birokrasi yang berbelit menuju tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana, responsif, dan berbasis data serta ilmu pengetahuan.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. Tantangan terbesar bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan pada kemampuan birokrasi mengelolanya secara efektif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jadilah birokrat yang berpihak kepada warga yang paling rentan. Orang yang kuat akan selalu mampu mengurus dirinya sendiri, tetapi mereka yang lemah membutuhkan kehadiran negara. Itulah makna sesungguhnya dari pelayanan publik,” tegas Brian Yuliarto.

Ia juga mengajak para Praja untuk terus mengembangkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan. Seorang aparatur pemerintah, katanya, tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga harus memiliki semangat belajar, berani berinovasi, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Reformasi birokrasi bukan sekadar menyusun aturan baru, melainkan keberanian menyederhanakan prosedur, mempercepat pelayanan, serta menghadirkan solusi nyata yang dirasakan masyarakat. Daya saing Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan dan efektivitas kebijakan yang dijalankan aparatur negara,” ujar Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek turut mendorong IPDN menjadi contoh kampus yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengelolaan sampah secara mandiri di kawasan kampus sebagai implementasi semangat Kampus Berdampak.

Menurut Brian, praktik tersebut dapat menjadi laboratorium pembelajaran bagi para Praja sebelum nantinya diterapkan di daerah masing-masing saat menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.

Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menegaskan bahwa institusinya terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mencetak aparatur sipil negara yang profesional, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

Saat ini, kata Halilul, IPDN telah mengantongi akreditasi Unggul dengan 13 program studi. Sistem pembelajaran juga diperkuat melalui disiplin akademik, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, hingga mendorong lulusan melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa.

“IPDN terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi akademik, karakter kepemimpinan, dan kemampuan berdaya saing global,” ujar Halilul Khairi.

Ia menambahkan, hingga saat ini IPDN memiliki sekitar 47 ribu alumni yang telah mengabdikan diri di berbagai instansi pemerintahan. Para alumni tersebut menempati beragam posisi strategis, mulai dari kepala daerah, sekretaris daerah, hingga pejabat pimpinan tinggi di kementerian dan lembaga.

Melalui pembekalan ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berharap para Praja Utama IPDN mampu menjadi aparatur pemerintah yang adaptif terhadap perubahan, menjunjung tinggi integritas, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Semangat Diktisaintek Berdampak diharapkan terus melahirkan pemimpin yang memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru