JAKARTA – Pemerintah terus memperketat proses seleksi perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam Program Magang Nasional (MagangHub) 2026. Salah satu syarat utama yang wajib dipenuhi adalah perusahaan harus terdaftar dalam sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) dengan data yang aktif dan telah diperbarui.
Ketentuan tersebut diberlakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai bagian dari proses verifikasi agar perusahaan mitra memiliki legalitas yang jelas serta memenuhi standar penyelenggaraan program magang nasional.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa perusahaan perlu memastikan seluruh data di sistem WLKP telah diperbarui sebelum mengajukan diri sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026.
“Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan sesuai ketentuan,” kata Darmawansyah dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, persyaratan tersebut bukan sekadar administrasi, melainkan bagian dari upaya Kemnaker menjaga kualitas pelaksanaan Program MagangHub. Verifikasi melalui WLKP memungkinkan pemerintah memastikan bahwa perusahaan mitra memiliki identitas, legalitas, dan kesiapan untuk menjadi tempat belajar yang aman serta berkualitas bagi peserta magang.
“Melalui proses verifikasi ini, kami ingin memastikan perusahaan yang menjadi mitra benar-benar memiliki legalitas yang jelas dan mampu memberikan pengalaman belajar kerja yang berkualitas bagi peserta magang,” ujar Darmawansyah.
Ia menambahkan, perusahaan dapat melakukan pengecekan sekaligus memperbarui data melalui portal WLKP sebelum mengajukan pendaftaran sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026.
Data perusahaan yang valid juga dinilai akan mempercepat proses seleksi dan administrasi, sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Kemnaker pun mengundang perusahaan dari berbagai sektor industri untuk ikut berpartisipasi dalam Program MagangHub 2026. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, program ini diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran di dunia kerja sekaligus melahirkan tenaga kerja muda yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan industri.
“Melalui Program MagangHub, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan menjaring talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan industrinya. Ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan bagi dunia usaha maupun pencari kerja,” pungkas Darmawansyah.
Penulis : lazir
Editor : ameri












