JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan Perum BULOG melalui aksi nyata di lapangan. Bersama DPR RI dan pemerintah daerah, BULOG turun langsung dalam kegiatan panen padi di Tulungagung, Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi menjaga pasokan beras sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal.
Kegiatan panen berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, didampingi Direktur Pengadaan Perum BULOG Prihasto Setyanto, Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu A, Pemimpin BULOG Kancab Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan, serta jajaran Forkopimda Tulungagung. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan produksi sekaligus penyerapan hasil panen petani berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, BULOG berhasil menyerap gabah setara 8.563 kilogram dari petani lokal. Serapan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tetap menguntungkan.
Saat ini, stok beras di Gudang BULOG Kancab Tulungagung tercatat mencapai 50.946.472 kilogram, sementara total stok di Jawa Timur menembus 1.250.021.601 kilogram, yang menunjukkan besarnya kontribusi daerah ini dalam menopang kebutuhan pangan nasional.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengapresiasi kontribusi Tulungagung dalam menopang kebutuhan beras nasional.
“Tulungagung memiliki produksi yang melimpah dengan kualitas padi yang sangat baik, sehingga menjadi bagian penting dari stok nasional BULOG,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan capaian ini merupakan kebanggaan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Sejak 2025, kita mencatat keberhasilan stok beras terbesar sepanjang sejarah Indonesia,” tambahnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para petani atas kontribusinya. “Peran petani adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum BULOG Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa hingga April 2026 BULOG telah menyerap sekitar 2,4 juta ton beras secara nasional.
“Serapan akan terus ditingkatkan untuk mencapai target 4 juta ton pada pertengahan tahun ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ton. “Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya. “Kami memastikan hasil panen petani terserap dengan baik untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” lanjutnya.
Kegiatan panen ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan produksi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN pangan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. BULOG sebagai operator utama cadangan beras pemerintah berperan aktif dalam menyerap hasil panen petani secara maksimal guna memberikan kepastian pasar serta menjaga harga tetap stabil di tingkat petani.
Selain panen padi, rombongan juga melakukan monitoring stok di Kompleks Pergudangan Pulosari milik BULOG. Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas, kuantitas, dan sistem penyimpanan beras berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari evaluasi pengelolaan stok dan distribusi di wilayah Tulungagung agar tetap optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.
Melalui kegiatan ini, BULOG menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan dan menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Penyerapan hasil panen petani akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran negara di sektor pertanian. Ke depan, BULOG optimistis mampu menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi sekaligus menjawab tantangan pangan secara berkelanjutan.
Penulis : amanda az
Editor : ameri













