JAKARTA – Di tengah bayang-bayang kemarau panjang akibat fenomena El Nino, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras saat ini berada pada level kuat dan terkendali, sehingga mampu menjadi penopang utama dalam menghadapi potensi tekanan iklim maupun gejolak global.
Ketersediaan beras nasional tercatat sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. Penguatan stok ini ditopang oleh optimalisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah oleh BULOG yang terus memastikan distribusi berjalan merata hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa meskipun ancaman El Nino nyata, kondisi stok beras nasional tetap berada dalam posisi aman.
“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” ujar Ahmad Rizal, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, capaian stok beras yang tinggi tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan, khususnya dalam memaksimalkan penyerapan hasil panen petani domestik.
“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.
Ke depan, Perum BULOG bersama pemerintah akan terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga, bahkan di tengah tekanan iklim ekstrem.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga akan terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan tetap terjaga.
Penulis : lazir
Editor : ameri













