Dari Hisab ke Rukyat, Gen Z Dalami Ilmu Penentuan Awal Ramadan

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giat edukasi Hilal Awal Ramadan 1447 H (dok. kemenag)

Giat edukasi Hilal Awal Ramadan 1447 H (dok. kemenag)

JAKARTA – Antusiasme generasi muda terhadap edukasi hilal terlihat jelas dalam kegiatan “Yasalunaka Anil Ahillah: Hilal Observation Coaching” yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama di Jakarta.

Program ini menarik ribuan pendaftar dari kalangan Gen Z yang ingin memahami proses penetapan awal bulan Hijriah secara ilmiah dan syar’i. Tercatat, ribuan Gen Z mendaftar untuk ikut ambil bagian pada kegiatan yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag di Jakarta, Selasa  besok, 17 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi publik menjelang Ramadan, khususnya dalam memahami mekanisme penentuan awal bulan Hijriah secara komprehensif dan bertanggung jawab.

Nama kegiatan diambil dari penggalan ayat 189 Surat Al-Baqarah, “Yas’alūnaka ‘anil-ahillah”, yang bermakna “Mereka bertanya kepadamu tentang hilal.” Frasa ini merefleksikan semangat edukasi dan dialog keilmuan dalam menjawab pertanyaan umat tentang fenomena hilal, baik dari perspektif syariat maupun astronomi.

“Jumlah peserta yang telah mendaftar untuk hadir secara luring mencapai 127 orang dan pendaftar daring sebanyak 1.864 peserta. Peserta didominasi generasi Z, terdiri atas mahasiswa, komunitas falak muda, serta influencer dan konten kreator yang aktif di media sosial,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Senin (16/2/2026).

“Kegiatan ini dirancang dalam format coaching interaktif. Kita ingin generasi muda memahami bahwa penetapan awal bulan Hijriah bukan sekadar pengumuman, tetapi melalui proses ilmiah yang melibatkan hisab, rukyat, serta musyawarah para ahli,” sambungnya.

Giat ini akan dimulai sejak pagi di Ruang Perpustakaan, lantai 2, geding layanan Kementerian Agama di Jl M.H. Thamrin, Jakarta. Materi yang akan disampaikan meliputi landasan syar’i penentuan awal bulan Hijriah, integrasi metode hisab dan rukyat di Indonesia, pengenalan instrumen observasi hilal, serta strategi komunikasi publik berbasis data dan sains. Agenda kegiatan juga mencakup pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari’ah serta sesi dialog terbuka dengan peserta.

Hadir sebagai narasumber adalah M. Yusuf, peneliti astronomi dari Institut Teknologi Bandung yang berkiprah di Observatorium Bosscha. Ia akan memaparkan aspek astronomis visibilitas hilal, parameter ketinggian dan elongasi, serta perkembangan riset pengamatan hilal di Indonesia.

Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan pada 17 Februari 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.  Sidang Isbat merupakan forum resmi yang menghadirkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, instansi terkait, serta duta besar negara sahabat untuk mendengarkan paparan data hisab dan laporan hasil rukyat sebelum pemerintah menetapkan keputusan secara resmi.

Rangkaian Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal secara astronomis yang digelar secara terbuka. Selepas Magrib, sidang Isbat digelar tertutup guna membahas data hisab dan hasil rukyat sebelum menetapkan awal Ramadan. Hasil sidang isbat diumumkan Menteri Agama melalui konferensi pers.

“Mekanisme ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil pemerintah didasarkan pada pertimbangan syar’i dan ilmiah sekaligus, serta mengedepankan prinsip musyawarah dan tanggung jawab publik,” tandasd Arsad.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru