Pulihkan Irigasi Pascabencana, Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air DI Jambo Aye

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara (dok pu)

Pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara (dok pu)

JAKARTA – Pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara mulai menunjukkan titik terang setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan uji coba pengaliran air pada Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Jumat (31/1/2026).

Langkah ini menjadi bagian penting dari percepatan pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana hidrometeorologi yang sempat melumpuhkan layanan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen Kementerian PU untuk memastikan keberlanjutan layanan irigasi, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Menurutnya, pemulihan fungsi irigasi tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan keberlangsungan hidup para petani.

“Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera ditangani agar saluran kembali berfungsi,” ujar Menteri Dody.

DI Jambo Aye yang berlokasi di Kecamatan Langkahan memiliki luas layanan sekitar 19.473 hektare dengan sumber air utama dari Sungai Jambo Aye atau Arakundo. Sistem irigasi ini sempat berhenti beroperasi akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025, yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Sejak masa tanggap darurat bencana, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh telah melakukan berbagai penanganan darurat. Upaya tersebut meliputi pembersihan sedimen dan material banjir di bangunan bendung, kantong lumpur, hingga saluran irigasi guna memulihkan aliran air ke areal persawahan masyarakat.

Dalam tahapan pemulihan selanjutnya, uji coba pengaliran air dilakukan dengan mengalirkan air melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, sebanyak sembilan unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik jaringan irigasi yang terdampak.

Kementerian PU menargetkan pemulihan fungsi irigasi dilakukan secara bertahap. Sub DI Panton Labu dengan luas layanan sekitar 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Februari 2026. Sementara itu, Sub DI Lhoksukon (±1.381 hektare), Sub DI Monsukon (±590 hektare), dan Sub DI Arakundo (±2.375 hektare) ditargetkan dapat difungsionalkan pada akhir Maret 2026.

Dengan target tersebut, total luas areal irigasi yang diperkirakan kembali berfungsi hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 7.046 hektare. Kementerian PU berharap percepatan pemulihan DI Jambo Aye Langkahan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan sawah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Aceh Utara di tengah masa pemulihan pascabencana.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru